Warga Desa Jepang Pakis Tuntut Akses Jalan Menuju Perumahan Ditutup Karena Gunakan Tanah Kas Desa

oleh -1,109 kali dibaca

Warga jepang pakis

KUDUS, isknews.com – Desa Jepang Pakis, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, bertempat di aula Balai Desa setempat, Jumat (3/6) malam, mengadakan rapat musyawarah desa (musdes). Pertemuan yang dihadiri sebanyak 61 orang perwakilan RT/RW, tokoh masyarakat dan tokoh agama itu, membahas tuntutan warga yang meminta jalan perumahan milik PT Cluster Pakis Lestari ditutup. Pasalnya jalan tersebut menggunakan tanah kas desa.
Hadir dalam musdes yang dipimpin oleh Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Jepang Pakis Medi Suhatmoko itu, Camat Jati Harso Widodo, Kapolsek Jati AKP Catur Kusuma Adi, Danramil Jati Kapten Arhd Suprapto, Kepala Desa Jepang Pakis, Sakroni, unsur BPN dan dari pengembang, Teguh.


Mengawali musdes, Ketua BPD, Medi Suhatmoko, menyampaikan tujuan dari digelarnya pertemuan itu, bermula dari adanya protes dari sebagian warga masyarakat yang merasa keberatan, terkait adanya jalan yang digunakan oleh pengembang PT Cluster Pakis Lestari. Keberatan itu mendasarkan jalan menuju perumahan yang letaknya di depan balai desa itu, selain merupakan tanah kas desa, juga pelepasan tanah itu belum melalui rembug desa.
Terungkap dalam musdes tersebut, mayoritas warga menuntut agar jalan dengan ukuran panjang sekitar 30 meter dan lebar 4 meter itu ditutup. Tercatat sebanyak 11 orang perwakilan dari 7 RW-43 RT dan tokoh masyarakat yang menyampaikan pendapatnya, diantaranya Ketua RW-4 Sudirman, Ketua RW-I Sabari dan Ketua RW-5 Muji, tokoh masyarakat, Soleh Isman. Hal yang dipersoalkan, sejak dibukanya jalan tersebut, selama bertahun-tahun, warga desa setempat hampir tidak pernah menggunakannya, atau dengan kata lain, berupa jalan buntu akses menuju perumahan yang hanya untuk kepentingan dan keuntungan pengembang. Dari pihak pengembang pun dinilai tidak mempunyai etikad baik, karena hampir tidak ada kontribusinya terhadap lingkungan sekitarnya, padahal sudah jelas jalan tersebut adalah tanah kas desa.


Setetelah dirasa cukup menampung aspirasi warga masyarakat yang mayoritas menghendaki jalan tersebut ditutup, Ketua BPD Medi, selaku pimpinan musdes, menyatakan dengan tegas, menutup jalan tanah kas desa itu. Hasil musdes itu akan dituangkan dalam berita acara yang ditandangani oleh ketua dan sekretaris BPD, kepala desa dan FMP Kecamatan Jati, serta dari pihak pengembang. Berita acara itu akan dijadikan acuan menjadi keputusan desa. “Musdes menyetujui jalan itu ditutup, dalam rangka mengamankan aset desa.”


Menurut rencana, jalan yang menuju perumahan yang dihuni sekitar 60 warga yang mendiami 20 rumah itu, akan ditutup mulai hari ini, dengan memasang palang besi di mulut jalan yang menghubungkan dengan jalan desa. (DM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :