Warga Hastrodirono Jekulo Kudus Semangat Kembangkan Kampung Iklim

oleh

Kudus, isknews.com – Warga Dusun Kidul RT 2 RW 4 Jekulo Kudus semangat kembangkan program kampung iklim (Proklim). Ya, Program tersebut adalah program berlingkup nasional yang dikembangkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat.

Ketua Karang Taruna Jekulo, Noor Akhsan (35) mengatakan bahwa jauh-jauh hari pihaknya telah sosialisasi terkait kampung iklim ke warga setempat. “Dengan sosialisasi, untuk memberikan pengetahuan ke warga supaya bisa menyatukan pola pikir yang sama, dalam mewujudkan kampung proklim,” ujarnya ditemui isknews.com saat kerja bakti, Mingu (12/1/2020) pagi.

Pemerintah Kabupaten Kudus melalui Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH), Kecamatan Jekulo dan Pemerintah Desa setempat sangat mendukung, hal itu dibuktikan dengan Pembentukan Kampung Iklim Hastrodirono melalui Surat Keputusan pembentukan kelompok masyarakat kampung iklim pada 8 Desember 2019 lalu, “SK sudah ada, tinggal kami, warga mengembangkan proklim kedepannya,” jelas Akhsan.

TRENDING :  Kuasa Hukum Tri Mawar,Harni menyebut," Kasus ini telah lengkap ."

Ia melanjutkan, Bantuan Pemkab sebanyak 150 Bibit tanaman seperti jambu, sirsak, nangka, matoa telah tertanam dan tersebar di tujuh RT. Selain itu, juga dilakukan pembuatan lubang biopori di kampung iklim hastrodirono RT 6 RW IV.

TRENDING :  Komisi C : Pabrik Komponen Sepatu di Gondoharum PT Dewi Citra Sejati Telah lakukan Pengurusan Perijinan

Pihaknya sebelum merintis proklim juga sering mengikuti pameran level Kecamatan, Kabupaten dan Propinsi. Disana Ia memperkenalkan potensi kreatif warga, seperti kerajinan baku lamaran, usaha pembuatan pakan love bird, penggilingan daging bakso, potensi jajan pasar, kerajinan membuat kubah masjid, kaligrafi dan miniatur bis atau truk.

TRENDING :  Siswa Baru Merosot, 20 SD Terpaksa Diregrouping

Nantinya, masih kata Akhsan, melalui proklim itu juga diharapkan dapat meningkatkan peran warga dalam mengelolanya dan mewujudkan masyarakat yang mandiri dalam bingkai ekonomi kreatif industri kecil menengah.

‚ÄúDengan kata lain Kampung Iklim disini nantinya harus mampu memberi manfaat dan keuntungan mandiri bagi warga yang melakukan kegiatan mengelola sampah, daur ulang sampah/kreasi, pembibitan hingga penghijauan dan ketahanan pangan,” pungkasnya. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :