Warga Kudus ini Sulap Karung Goni Jadi Produk Ramah Lingkungan, Tembus Mancanegara

oleh -1.204 kali dibaca
Nunung Ervana (38) warga Desa Piji, Kecamatan Dawe, Kudus saat foto bersama dengan hasil karyanya di galeri Cak Peter, Desa Tergo Kecamatan Dawe, Kudus. (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, isknews.com – Di tangan kreatif Nunung Ervana (38) warga Desa Piji, Kecamatan Dawe, Kudus, Karung goni bisa menjadi produk yang bernilai seni, sehingga bisa mampu menaikkan nilai jual. Nunung mengatakan bahwa alasannya memilih karung goni yaitu karena sangat ramah lingkungan.

“Produk dari goni yang saya buat itu banyak, seperti peci, tas, sandal. Bahannya juga bukan cuma satu macam, ada karung goni bekas tembakau, karung goni bekas teh, karung goni bekas biji cokelat dan karung goni yang masih baru,” jelasnya saat kunjungan

Peci yang dibuatpun juga, beraneka ragam, mulai dari model umum hingga model peci veteran.

Bukti hasil karyanya selain warga local Kudus sendiri, sudah dirasakan masyarakat di berbagai daerah di tanah air hingga Mancanegara, diantaranya Malaysia, Singapura, Mesir hingga Jerman. “Produk yang dihasilkan rumah karung goni dijual secara online. Di antaranya melalui Instagram, Tokopedia, Shopee  maupun website.

Nunung juga menjelaskan bahwa dalam pembuatan karung goni membutuhkan teknik dan penanganan secara khusus.

“Dalam teknis pembuatan kain atau karung goni memiliki treatment khusus. (Di antaranya) seperti menggunting kain lebih rapih. mengikuti pola garis karena bahannya sendiri yang kasar dan memiliki serat yang tidak lurus dan lubang-lubang terlalu besar,” ungkap Nunung.

Terkait penjualan, dalam satu bulan bisa laku hingga 500 pcs. Sebagian besar konsumen minat pada produk peci. Harganya bervariasi mulai Rp 35 ribu sampai Rp 100 ribu Sedangkan produk tas dan sandal baru merintis,” pungkasnya. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :