Warga Peganjaran Kudus Ditemukan Tewas saat Membakar Daun Sisa Panen Tebu

oleh -6.149 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Seorang petani ditemukan tewas dalam kondisi terbakar di lahan tebu di Desa Karangmalang, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Rabu (8/9/2021) sore sekitar pukul 15.00 WIB

Polres Kudus bersama BPBD Kab Kudus mengevakuasi korban kebakaran di Desa Karangmalang Kecamatan Gebog Kudus, Rabu (8/9/2021).

Diketahui atas kejadian tersebut satu orang meninggal. Yakni atas nama Maslikan (50) Warga Desa Peganjaran Kecamatan Bae Kudus.

Dari hasil pemeriksaan dr Besar Wahyu Riyadi dari Puskesmas Gribig Kecamatan Gebog Kudus menyebut, sekujur tubuh korban terdapat tanda tanda akibat kebakaran. Diduga korban terbakar saat tengah membakar daun kering bekas panenan tebu.

“Korban diduga kehabisan oksigen karena terlalu banyak menghirup asap kebakaran. Selain itu korban diduga terkepung api dan tak bisa menyelamatkan diri,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma melalui Kapolsek Gebog AKP Abdul Fatah menjelaskan, kejadian bermula ketika korban membakar sisa lahan tebu. Kemudian posisi angin sedang kencang karena saat ini musim pancaroba. Sehingga mengakibatkan korban ikut terbakar.

Selain itu pada jarak 15 ( lima belas ) meter terdapat SPM milik korban dalam keadaan terparkir. Lengkap beserta  alat pertanian. Sementara korban masih dalam kondisi membawa sabit.

Pihaknya yang menerima laporan adanya kejadian itu langsung bergegas ke lokasi kejadian untuk memadamkan api, dan mengevakuasi korban. Turut ikut pula BPBD Kabupaten Kudus.

Kami menghimbau kepada masyarakat agar lebih hati-hati saat membakar lahan. Terlebih di saat pancaroba seperti ini kondisi angin sedang kencang.

“Harus hati-hati ketika beraktivitas dengan api. Karena saat ini sudah musim pancaroba,” terangnya.

Sementara Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kudus Wiyoto mengatakan, dari informasi yang ada, korban merupakan pekerja yang membersihkan daun-daun kering tebu seusai dipanen.

Biasanya, petani memang membakar daun tebu kering untuk mempercepat pembersihan.

Namun, kemungkinan angin bertiup kencang saat kejadian. Api menjadi tak terkendali dan membuat korban ikut tewas terbakar.

“Korban mungkin terkepung api dan bisa juga sesak nafas akibat asap,”ujarnya.

Begitu menemukan korban, petugas langsung memeriksa kondisi korban dan melakukan evakuasi.

Wiyoto juga mengimbau masyarakat untuk hati-hati terhadap potensi kebakaran yang mungkin terjadi. Apalagi di musim pancaroba dengan kelembaban tinggi, memudahkan kebakaran terjadi. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :