Warnai Kuliner Khas Kudus, Uniknya Risoles Daging Kerbau

oleh -170 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Mencoba branding Khas Kudus, kuliner resoles yang biasanya dengan isian daging sapi atau sayuran, kini mulai ada yang isiannya daging kerbau.

Pemilihan isian daging kerbau ditaksir lantaran ingin menciptakan warna baru kuliner khas, seperti soto kerbau dan nasi pindang yang menggunakan daging kerbau.

Untuk diketahui bahwa, di Kudus sendiri pada masa penyebaran islam oleh Sunan Kudus memiliki kepercayaan untuk tidak menyembelih sapi. Hal ini sebagi bentuk toleransi kepada umat hindu yang mengagungkan hewan sapi.

Oleh sebab itu, beberapa masakan dari daging sapi diganti dengan daging kerbau.

Dari cerita tersebut, menginspirasi Mashrina (35 tahun) yang dipercaya oleh pemilik toko Resoles Toteles untuk menciptakan makanan khas yang akan mengingatkan pembeli pada Kudus.

Karena sudah berpengalaman di penjualan resoles, maka menu yang satu ini pun dipilih. Tentunya, dengan sedikit sentuhan modifikasi yang akan menjadi cita rasa khas dari toko Resoles Toteles.

“Kalau bahannya masih sama. kita takarannya banyakin daging kerbau, tersus ada campuran jagung manis dan wortel. Dan bumbunya kita khusus, rasanya dipastikan akan berbeda dan menjadi ciri khas,” terang Rina.

Untuk membuat kualitas rasa yang bagus, lanjut Rina, resoles daging kerbau ini pun dibuat dengan sistem baru matang. Dimana, setiap produksi dilakukan sedikit-sedikit. Apabila habis dibeli pelanggan, kemudian memasak lagi.

“Jadi chef kita standby di dapur, kita buat sedikit-sedikit dulu, baru kalau habis kita buat lagi,” katanya.

Untuk peminatnya sendiri, Rina menyebut masyarakat Kudus cukup antusias dengan menu resoles daging kerbau. Dalam sehari, pihaknya bisa menjual hingga 300 picis resoles.

Di samping itu, Rina juga menyediakan resoles ini dalam bentuk frozen food. Karena resoles merupakan camilan basah yang tidak bisa tahan lama, diharapkan dalam bentuk frozen food bisa menjadi alternatif bagi pembeli yang ingin mengkonsumsi resoles sewaktu-waktu.

“Kalau harganya per picis Rp 5000,” tuturnya. (MY/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :