Waspada! Bencana Tanah Longsor Intai 13 Desa di Kudus

oleh
Foto: Dukuh Ngangit, Desa Terban, Kecamatan Jekulo di kaki Pegunungan Patiayam, ditengarai sebagai daerah rawan bencana tanah longsor. (Darmanto Nugroho/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Bencana alam hampir dipastikan selalu terjadi pada setiap musim hujan. Terkait hal itu, masyarakat yang bermukim di daerah atau desa yang rawan bencana, termasuk bencana tanah longsor diminta tidak meninggalkan kewaspadaan, terutama jika sedang turun hujan deras. Di Kabupaten Kudus, sebanyak 13 desa di tiga kecamatan yakni Kecamatan Dawe, Gebog dan Kecamatan Jekulo, ditengarai sebagai daerah yang rawan bencana tanah longsor.

Keterangan yang dihimpun isknews.com, dari peta daerah rawan bencana alam tanah longsor yang dikeluarkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, dari 13 desa yang rawan bencana tanah longsor, jumlah terbanyak berada di Kecamatan Dawe, tercatat 8 desa, yakni Desa Soco, Ternadi, Japan, Kuwukan, Puyoh, Colo, Dukuh Waringin, dan Desa Cranggang.

TRENDING :  Pura Group Bagi 50 Hewan Kurban ke Masyarakat

Selanjutnya, di Kecamatan Gebog ada empat desa, yakni Desa Rahtawu, Menawan, Jurang dan Desa Kedungsari. Sedangkan Kecamatan Jekulo, satu desa yakni Desa Terban.

Terjadinya bencana tanah longsor di Kabupaten Kudus, hampir dipastikan selalu terjadi setelah hujan deras berlangsung beberapa hari. Seperti yang terjadi di Desa Rahtawu dan Menawan, kondisi kemiringan tanah yang cukup terjal, membuat lapisan tanah tidak stabil. Manakala tertimpa curah hujan yang cukup tinggi, tidak mampu menahan beban berat, sehingga runtuh dan terjadilah longsoran tanah.

TRENDING :  Lagi, Longsor Terjadi Di Desa Soco

Di Kecamatan Dawe, kondisi tanahnya tidak jauh berbeda. Pada beberapa peristiwa tanah longsor di Desa Puyoh dan Soco, terjadi di bagian yang tanahnya landai, atau dan mempunyai kemiringan yang cukup terjal. Tingginya curah hujan, juga bisa menimbulkan keretakan pada permukaan tanah. Pada kondisi seperti ini, jika terjadi di kawasan pemukiman penduduk, bisa menyebabkan bangunan atau dinding rumah menjadi pecah-pecah.

TRENDING :  ​Satpol PP Kabupaten Kudus,  Tempati Kantor Baru 

Terkait dengan kerawanan bencana itu, Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kabupaten Kudus, Bergas C Penanggungan menegaskan, pihaknya sudah menyiapkan langkah antisipasi, termasuk menerjunkan relawan untuk membantu masyarakat meningkatkan kewaspadaan, dalam situasi tanggap bencana seperti sekarang ini.

“Jika terjadi kondisi darurat, segera hubungi petugas kami,” tegasnya. (DM/AM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :