Wawasan Kebangsaan Cegah Gerakan Radikalisme

oleh

PATI, ISKNEWS.COM – Maraknya gerakan radikalisme yang masuk hingga di desa- desa, menjadi perhatian serius oleh berbagai kalangan. Mengingat, gerakan itu mampu memecah belah kebangsaan dan mementahkan ideologi negara.

Dalam kegiatan bertajuk Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara, Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah, Muh. Zen Adv mengatakan, radikalisme dengan gerakannya yang secara frontal melakukan kekerasan dan melanggar hak asasi manusia, harus diwaspadai bersama.


Anggota Komisi E DPRD Jateng, Muh. Zen Adv memberikan wawasan kepada alumni PMII di gedung PCNU Pati, Senin (29-07-2019). (ivan nugraha)

Apalagi, imbuhnya di hadapan para alumni PMII yang hadir, ideologi khilafah yang diusung juga digaungkan untuk mengganti ideologi negara Indonesia. Dia menyebut, ideologi khilafah saat ini sudah masuk di lembaga pendidikan. Bahkan, para guru juga menularkan paham itu kepada siswanya.

TRENDING :  Ratusan Santri Semarakkan Pospeda Pati 2017

“Kalau wawasan kebangsaan ini tidak kita perkuat, maka masyarakat akan mudah dimasuki dengan ideologi-ideologi yang merusak tatanan negara. Ada sebuah penelitian di wilayah Semarang, 21 persen para guru setuju dengan sistem khilafah. Ini kan mengerikan,” jelasnya dalam acara yang digelar di aula PCNU Pati, Senin (29-07-2019).

TRENDING :  Ganjar Buka Jumbara Temu Karya Sukarelawan 2017

Padahal, lanjut Zen, guru itu 90 persen adalah pembina dan mendidik anak. Zen menambahkan, jika anak didik diberikan pemahaman terkait ideologi khilafah dan menafikkan ideologi Pancasila, hal ini merupakan ancaman serius bagi bangsa ini. Jika guru, yang 90 persen tugasnya mendidik dan membina siswa saja setuju dengan khilafah, maka masyarakat harus cepat bertindak.

TRENDING :  Revisi UU Narkoba Harus Beri Sanksi Efek Jera

“Inilah yang perlu kita waspadai bersama. Sehingga, wawasan kebangsaan ini patut kita dukung agar semua masyarakat tahu bagaimana jerih payah para pendiri bangsa untuk merumuskan ideologi negara kita,” tegasnya.

Lebih Lanjut Anggota DPRD Provinsi Jateng dari Dapil Jateng IV itu mengaku khawatir dengan kondisi Kabupaten Pati, menurutnya, tidak menutup kemungkinan gerakan yang mengusung ideologi khilafah itu juga sudah bermunculan. (IN)

KOMENTAR SEDULUR ISK :