Wayang Klitik Meriahkan HUT ke-52 IPPK Jateng di Kudus, Ini Harapan untuk Generasi Muda

oleh -174 Dilihat
Wayang klitik hadirkan pesan etika dan budaya Jawa, memikat perhatian para tamu dalam peringatan HUT IPPK ke-52.

Kudus, isknews.com – Suasana penuh semangat dan nilai-nilai kebudayaan mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-52 Ikatan Purnakaryawan Pendidikan dan Kebudayaan (IPPK) tingkat Provinsi Jawa Tengah yang digelar di Taman Krida, kompleks GOR Wergu Wetan, Kecamatan Kota Kudus, Selasa (29/7/2025).

Rangkaian kegiatan diawali dengan suguhan Tari Kretek khas Kudus sebagai bentuk penghormatan kepada para tamu undangan dari berbagai daerah. Puncak acara diramaikan dengan pentas wayang klitik dari Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, yang sarat pesan etika dan nilai-nilai budaya Jawa.

Ketua Umum Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN), Trisno Suwandi, yang turut hadir bersama jajaran pengurus IPPK Provinsi Jawa Tengah dan para ketua IPPK kabupaten/kota se-Jawa Tengah, menyampaikan bahwa Kudus dipilih sebagai tuan rumah peringatan tahun ini dari lima kabupaten kandidat.

“Wayang klitik kami angkat sebagai upaya menguri-uri budaya tradisional yang mulai jarang muncul. Ini agar kembali dikenal masyarakat, khususnya generasi muda,” ujarnya.

Pementasan wayang klitik, lanjut Trisno, bukan sekadar hiburan. Lakon yang disajikan sarat dengan pesan moral, etika, totokromo, dan nilai sopan santun yang relevan untuk generasi masa kini. “Kami ingin generasi muda kembali mencintai budaya, memahami pentingnya menghormati yang tua dan menyayangi yang muda,” imbuhnya.

Senada, Ketua IPPK Provinsi Jawa Tengah, Dr. H. Sudharto MA, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini bisa memicu kebangkitan budaya lokal. Ia juga menekankan pentingnya peran para purnakaryawan dalam meneruskan semangat pengabdian di tengah masyarakat.

Sementara itu, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris yang hadir membuka kegiatan menyampaikan apresiasinya kepada IPPK sebagai wadah para purnakaryawan untuk terus berkarya. “Pengabdian para purnakaryawan merupakan bagian penting dalam sejarah pembangunan di bidang pendidikan dan kebudayaan. Mereka telah banyak berkontribusi dalam membentuk generasi masa depan,” kata Sam’ani.

Ia berharap IPPK terus menjadi ruang silaturahmi lintas generasi yang mampu menyumbangkan ide, masukan, hingga solusi untuk mendukung kemajuan daerah.

Acara peringatan HUT ke-52 IPPK ini tidak hanya menjadi ajang nostalgia, tetapi juga momentum untuk membumikan kembali kearifan lokal agar tetap hidup dan relevan di tengah arus modernisasi. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :