Workshop Prodi Baru Pengembangan Masyarakat Islam Di STAIN Kudus

oleh -1,099 kali dibaca

KUDUS, isknews.com – Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus dalam masa penerimaan Mahasiswa baru di bulan September nanti akan meluncurkan sekaligus membuka penerimaan mahasiswa bagi  dua Program Studi baru yaitu Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) dan Manajemen Dakwah,  kedua prodi baru tersebut nantinya berada di bawah Jurusan Dakwah dan Komunikasi (JUDAKOM).

Ditemui pada acara workshop  Prodi Pengembangan Masyarakat Islam di Aula Rektorat Lantai 3 STAIN Kudus (22/3), Ketua Jurusan Dakwah dan Komunikasi Stain Kudus Farida MSi. kepada isknews.com menjelaskan,”Prodi Pengembangan Masyarakat Islam ini dilandasi oleh adanya pandangan bahwa antara ilmu-ilmu keislaman dan science mempunyai basis landasan dan dapat berkembang sesuai dengan karakter dan obyek spesifik yang dimiliki. Kemudian, dalam perkembangannya, keduanya dapat saling menyapa, bertemu dan mengaitkan diri satu sama lain dalam suatu pertumbuhan yang terkoneksi. Pandangan semacam ini yang kemudian diwujudkan dalam suatu simbol pradigmatik-filosofis. Harapannya, muatan kurikulum seperti di atas dapat memberi kontribusi perkembangan ilmu  yang dibangun, dengan memberikan perhatian yang sama terhadap dua sisi ilmu (agama dan umum) sehingga dapat menjadi penerang bagi satu sama lain”, jelasnya.

Selanjutnya dirinya menambahkan, “Pengembangan praktik penyelenggaraan pendidikan Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam terkait dengan pengembangan semangat spiritualisasi keilmuan umum yang menjadi strategi dimaksud, berketetapan hati untuk melakukan penguatan materi Islam dalam penyelenggaraan pembelajaran keilmuan umum (sosial-humaniora serta sains dan teknologi), dan sebaliknya penguatan pembelajaran materi science dalam pembelajaran keilmuan Islam. Penguatan akademik ini penting agar tidak ada jarak dikotomis antara pembelajaran keilmuan umum dan ilmu-ilmu agama. Ujung dari penguatan akademik ini, ilmu-ilmu keislaman didesain untuk tidak akan terpinggirkan, melainkan justeru mengalami penguatan, dalam kerangka kurikulum yang dikembangkan oleh Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam di Kampus ini”. tambahnya.

“Kepentingan pertama adalah untuk penguatan Islamisasi nalar, dan bukan Islamisasi ilmu pengetahuan (sosial-humaniora serta sains dan teknologi).  Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam lebih berorientasi pada Islamisasi nalar yang dibutuhkan untuk terciptanya tata keilmuan yang saling melengkapi antara ilmu-ilmu keislaman, sosial-humaniora, serta sains dan teknologi. Program ini berperan penting tidak saja untuk menjamin pemahaman dan pengetahuan yang memadai tentang Islam, akan tetapi juga untuk memberikan kemampuan kepada para dosen untuk melakukan sinergi antara keilmuan sosial-humaniora serta sains dan teknologi dan keilmuan keislaman”, ujarnya.

Workshop yang dihadiri oleh puluhan mahasiswa dan dihadiri oleh Perwakilan Pemerintah , LSM, serta instansi pendidikan (Perwakilan Guru dan murid SMA/SMK/ MA se Kab. Kudus),Tampak hadir dalam acara Dr.Abdur Rozaki.Msi , dan Mas’udi.MA dan Farida MSi sndiri yang bertindak selaku narasumber pada workshop tersebut. (YM/LR)

 

KOMENTAR SEDULUR ISK :