Wow! Kreasi Bank Sampah Karang Taruna Tunjung Seto Bae Lahirkan 386 Nasabah

oleh

Kudus, ISKNEWS.COM – Dalam rangka membangkitkan masyarakat sadar akan lingkungan yang bersih dan peduli dengan lingkungan, karang taruna “Tunjung Seto” Bae Kudus menginisiasi bank sampah. Bank sampah tanjung seto yang berdiri sejak 1 mei 2016 silam itu saat ini sudah mempunyai 386 nasabah.

Muhammad Anshori penanggung jawab bank sampah sekaligus Ketua Karang Taruna Tunjung Seto Bae Kecamatan Bae Kudus mengatakan, Didirikannya bank sampah mempunyai tujuan untuk menyadarkan masyarakat akan lingkungan yang sehat, rapi dan bersih. Bank sampah juga didirikan untuk mengubah sampah menjadi sesuatu yang lebih berguna dalam masyarakat, misalnya untuk kerajinan dan pupuk yang memiliki nilai ekonomis.

Latar belakang berdirinya bank sampah, kata Anshori, karena adanya keprihatinan masyarakat akan lingkungan hidup yang semakin lama semakin dipenuhi dengan sampah baik organic maupun anorganik.

TRENDING :  ​Sukun Special Bicycle Community Gowes Bareng di Pacitan

“Berdirinya berawal dari keprihatinan kami akan kurang sadarnya masyarakat untuk membuang sampah, apalagi dibuangnya ke sungai,” ujarnya saat ditemui wartawan disela-sela menerima kunjungan studi vanding dari Karang Taruna Setyorini Prambatan Lor Kaliwungu, Selasa (25/12/2018).

Sampah yang semakin banyak, lanjutnya, tentu akan menimbulkan banyak masalah, sehingga memerlukan pengolahan seperti membuat sampah menjadi bahan yang berguna. “Pengelolaan sampah dengan sistem bank sampah ini diharapkan mampu membantu pemerintah dalam menangani sampah dan meningkatkan ekonomi masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu, Muh Fatchur Koordinator Bank sampah mengungkapkan, Kepengurusan bank sampah beranggotakan 15 orang dari jumlah sekitar 35 anggota karang taruna tunjung rejo Bae.

TRENDING :  Dwi Buktikan Jika Wanita Mampu Ikuti Touring Sepeda

“Kami punya 5 posko, 1 RW (1 Pos). Setiap bulannya di pekan pertama warga tinggal menyetorkan sampahnya ke pos, adapun luar Desa Bae bisa kita ambil, asal sampahnya minimal 50kg. Sementara pekan kedua tinggal melakukan pemilahan dari sampah antara anorganik dan organik,” paparnya.

Selanjutnya diserahkan pengepul untuk ditimbang. Sampah yang dapat di tabung di bank sampah “Tunjung Seto” diantaranya Kardus, Kertas, Plastik/Kresek, Atom (botol oli, gelas minuman kemasan, dll), Botol Kaca / Benda berbahan kaca dan yang lain yang termasuk sampah anorganik.

Pada tahun ini, penghasilan Bank Sampah mampu meraup untung sebesar Rp 20,15 juta. Dibanding tahun lalu yang mendapat pendapatan sebesar Rp17,6 juta, jadi dibanding tahun lalu, tahun ini mendapatkan untung Rp3 juta lebih.

TRENDING :  Komunitas Bukalapak Kudus Gelar Kopdar Pertama

Djelaskannya, banyak prakarya yang dihasilkan dari barang bekas, diantaranya tas, dompet, kopiah, bunga, tempat pensil dan lain-lain. Para anggota bank sampah memanfaatkan media sosial untuk mengenalkan barang hasil sampah ke masyarakat.

Karang taruna tanjung seto beberapa waktu lalu mendapat undangan ke SMP 1 Lasem bulan Oktober lalu untuk memberikan pelatihan cara membuat kerajinan dari barang bekas gelas mineral untuk dijadikan tempat pensil.

“Alhamdulillah,  tanggal 6 Januari 2019 mendatang, ada pihak sekolah dasar di Kudus yang akan mengunjungi kami untuk belajar sekaligus bermain (out bound),” pungkasnya. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :