Yuni Kartika Sebut Polytron Kudus Indonesia Masters 2026 Sukses, Indonesia Raih Tiga Gelar

oleh -65 Dilihat
Ketua Panitia Pelaksana Polytron Kudus Indonesia Masters 2026, Yuni Kartika, memberikan keterangan kepada awak media terkait sukses penyelenggaraan turnamen bulu tangkis internasional BWF World Tour Super 100 di Djarum Arena 2, Kaliputu, Kudus, Minggu (25/10/2026). (Foto: YM)

KUDUS, ISKNEWS.COM – Penyelenggaraan Polytron Kudus Indonesia Masters 2026 di Djarum Arena 2, Kaliputu, Kudus, berakhir dengan catatan positif. Selain sukses menghadirkan turnamen bulu tangkis internasional, Indonesia juga berhasil meraih tiga gelar juara dari lima sektor yang dipertandingkan.

Ketua Panitia Pelaksana, Yuni Kartika, mengaku gembira dengan hasil penyelenggaraan maupun pencapaian para atlet Indonesia. Menurutnya, dua aspek tersebut menjadi keberhasilan utama dalam turnamen BWF World Tour Super 100 yang berlangsung pada 20–25 Oktober 2026.

“Yang pasti sangat gembira karena dua hal. Satu, kita sukses dalam penyelenggaraan, kedua, kita sukses prestasi,” ujar Yuni Kartika seusai turnamen.

Yuni mengungkapkan, antusiasme penonton menjadi salah satu hal yang paling berkesan selama penyelenggaraan turnamen. Sebagai turnamen internasional Super 100 pertama yang diselenggarakan di Kudus, pihaknya mengaku tidak menyangka respons masyarakat akan begitu besar.

“Jujurnya ini turnamen pertama internasional di level Super 100. Tidak menyangka kalau ternyata antusias penonton begitu luar biasa. Dari kita menyediakan tontonan LED di luar karena penuh, sampai akhirnya kita buka lagi Arena 3 untuk mereka bisa nonton. Senang banget sih,” ungkapnya.

Besarnya animo penonton tersebut akan menjadi bahan evaluasi panitia untuk penyelenggaraan turnamen berikutnya. Yuni menyebut pihaknya akan menyusun laporan sekaligus mengkaji kebutuhan tempat agar kapasitas penonton dapat lebih diakomodasi apabila kembali dipercaya menjadi tuan rumah.

Menurutnya, kalender turnamen bulu tangkis internasional pada tahun mendatang juga diperkirakan semakin padat. Karena itu, evaluasi mengenai lokasi dan fasilitas pertandingan menjadi hal penting untuk dipersiapkan sejak awal.

Yuni menyebut, rencana turnamen pada tahun berikutnya mencakup sejumlah level kompetisi, mulai dari Super 500, Super 1000, Super 100, hingga International Challenge dan International Series. Namun, penetapan kota penyelenggara tetap menunggu keputusan pihak terkait.

“Ini mungkin akan kita bikinkan laporan untuk ke depannya. Karena tahun depan pun turnamen internasional masih banyak, bahkan bertambah banyak. Jadi, kita mungkin saja ditunjuk untuk bisa menjadi host lagi di Kudus. Nah, ini mungkin sedang kita godok lagi bagaimana untuk tempatnya,” jelasnya.

Dari sisi prestasi, Yuni menilai hasil yang diraih atlet Indonesia di Kudus melampaui ekspektasi. Pasalnya, komposisi peserta dinilai cukup berat dengan kehadiran pemain-pemain kuat dari China, Thailand, Chinese Taipei, Jepang, dan negara lainnya.

Namun, para atlet Indonesia mampu menghadapi tantangan tersebut dan mengamankan tiga gelar juara. Capaian ini menjadi perkembangan positif dibandingkan turnamen sebelumnya di Pontianak, ketika Indonesia memiliki finalis tetapi belum berhasil meraih gelar juara.

“Kalau di luar ekspektasi, karena secara peserta sebenarnya komposisinya lebih berat di sini. Banyak pemain China, Thailand, kemudian Taipei yang menjadi gangguan utama kita, Jepang juga. Tapi kita bisa mengatasi dan sebenarnya tantangannya tidak mudah, tetapi anak-anak bermain sangat baik,” kata Yuni.

Tiga gelar Indonesia masing-masing dipersembahkan oleh Richie Duta Richardo di sektor tunggal putra, Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinnara Nastine di ganda putri, serta Muhammad Rian Ardianto/Daniel Edgar Marvino di ganda putra.

Yuni memberikan apresiasi khusus kepada para pemain muda yang berhasil menunjukkan kemampuan terbaiknya. Richie, Isyana, dan Rinjani menjadi sorotan karena mampu memanfaatkan kesempatan bertanding di Kudus untuk meraih prestasi di level internasional.

Ia menilai, bermain di Kudus memberikan motivasi tersendiri bagi para atlet binaan PB Djarum. Dukungan masyarakat dan suasana pertandingan di kota yang sudah akrab dengan mereka dinilai turut menambah semangat saat bertanding.

“Yang mengagumkan adalah pemain-pemain muda kita, seperti Richie, Isyana, dan Rinjani. Sangat luar biasa. Mereka kayaknya main di sini sangat passionate. Mungkin karena mereka juga anak-anak PB Djarum, jadi main di hometown kayaknya mereka lebih on fire,” ungkapnya.

Suasana pertandingan pada turnamen Polytron Kudus Indonesia Master super 100 2026 di Djarum Arena 2, Kaliputu, Kudus (Foto: YM)

Selain ketiga pemain muda tersebut, Yuni juga mengapresiasi keberhasilan Muhammad Rian Ardianto/Daniel Edgar Marvino. Pasangan tersebut dinilai mampu menunjukkan perkembangan positif setelah melalui evaluasi dari turnamen sebelumnya.

Berikut hasil lengkap pertandingan final:

  1. Ganda campuran: Li Hong Yi/Huang Ke Xin (China) mengalahkan Hee Yong Kai Terry/Gloria Emanuelle Widjaja (Singapura/Indonesia), 15-21, 21-5, 21-10.
  2. Tunggal putri: Xu Wen Jing (China) mengalahkan Lo Sin Yan Happy (Hong Kong China), 21-16, 21-19.
  3. Ganda putri: Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinnara Nastine (Indonesia) mengalahkan Hathaithip Mijad/Napapakorn Tungkasatan (Thailand), 21-15, 21-17.
  4. Tunggal putra: Richie Duta Richardo (Indonesia) mengalahkan Dong Tian Yao (China), 17-21, 21-12, 21-16.
  5. Ganda putra: Muhammad Rian Ardianto/Daniel Edgar Marvino (Indonesia) mengalahkan Jin Yong/Jo Sung Hyun (Korea Selatan), 21-19, 21-12.

Meski meraih tiga gelar, Yuni menegaskan masih terdapat sejumlah sektor yang perlu ditingkatkan. Persaingan internasional yang semakin ketat menuntut para atlet untuk terus memperbaiki kualitas permainan dan menjaga konsistensi. (YM/YM)

No More Posts Available.

No more pages to load.