Didemo Sejumlah Warganya, Kades Karangwono Katakan, “Itu Aksi Muatan Politik”

oleh
Foto: Kades Karangwono. (Istimewa)

Pati, ISKNEWS.COM – Aksi unjuk rasa yang dilakukan sejumlah warga Desa Karangwono, ke Kantor Kecamatan Tambakromo, Pati, pada, Senin (16-04-2018), dicurigai syarat akan kepentingan muatan politik.

Pasalnya, sebelum permasalahan terkait penataan sebagian lahan Bondo Desa (aset desa) menjadi hak salah satu perangkat Desa menyeruat, pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Karangwono mengatakan, dalam mengambil keputusan tersebut tentunya berdasarkan proses musyawarah yang panjang, serta berpedoman dengan peraturan undang-undang yang ada.

“Permasalahan tersebut hanya di dramatisir segelintir orang dengan mengatas namakan kepentingan umum. Tujuannya sudah jelas untuk muatan politik Pilkades Tahun 2019.” Ujar, Sukarno, Kepala Desa Karangwono.

TRENDING :  Sekolah di Pati Terbanyak Terapkan Full Day School

Tak hanya itu, dirinya sangat menyayangkan adanya tulisan bernada provokasi pada sepanduk yang terpasang di ruas jalan poros Desa Karangwono.

“Dalam musyawarah kemarin kita sudah bersikap obyektif, siap mencari solusi yang terbaik. Namun, dalam mencari sebuah solusi tidak bisa harus menggunakan bahasa POKOK e.” imbuhnya.

TRENDING :  Tertangkap Tangan Bermain Pupuk Subsidi Dua Warga Desa Larangan Dicokok Polisi

Lanjutnya, Permasalah penataan lahan Bondo Desa (Aset Desa) yang didengungkan sejumlah warga masyarakat dalam aksi unjuk rasa tersebut jelas tidak masuk akal. Karena, keputusan pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Karangwono tentang penataan lahan Bondo Desa (aset desa) sudah disahkan dalam Perdes (Peraturan Desa) .

“Kenapa harus masalah penataan lahan bondo deso yang harus dijadikan kambing hitam dalam mencari-cari permasalahan. Padahal itu sudah diatur dalam perdes yang sudah disetujui seluruh lembaga Desa.” tandasnya.

TRENDING :  Ratusan HP Lenyap Digondol Maling

Kepala Desa Karangwono siap memberikan solusi terbaik, dengan catatan sejumlah warga yang melakukan aksi unjuk rasa tersebut dapat bersikap obyektif.

“Bagaimana pun mereka itu juga warga saya. Dan saya siap memberikan solusi terbaik asalkan orang-orang tersebut dapat bersikap obyektif, tidak asal ngomong POKOK e BALIK (pokoknya kembali), saya bersedia untuk memberikan sebagian hak saya. Yang penting swasana dapat kondusif.” pungkas, Sukarno, Kepala Desa Karangwono. (WJ/WH)

KOMENTAR SEDULUR ISK :