Disdukcapil Kudus Raih Penghargaan Sebagai Layanan Publik Terbaik Dari Men PAN RB

oleh
Piagam Penghargaan Dari Kemenpan RB untuk Dinas Dukcapil Sebagai lembaga terbaik (Foto: Istimewa)

Kudus, isknews.com – Tak hanya RSUD dr Loekmono Hadi dan Polres Kudus, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, meraih penghargaan sebagai “role model” penyelenggara pelayanan publik dengan kategori sangat baik dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Hal itu berdasarkan hasil evaluasi terhadap 72 kabupaten-kota yang dinilai, Disdukcapil Kudus memperloleh piagam penghargaan role model penyelenggara pelayanan publik kategori sangat baik (A) tingkat nasional 2017. Piagam penghargaan diberikan Menteri PAN RB Asman Abnur.

“Secara nasional, penghargaan sebagai role model (teladan) untuk pelayanan publik. Disdukcapil Kudus berada di urutan tujuh secara nasional, sedangkan untuk tingkat kabupaten di Provinsi Jateng berada di urutan pertama,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Hendro Martoyo Kabupaten Kudus di Kudus, Rabu.

TRENDING :  Perencanaan OPD Melenceng Dari Visi Misi Bupati

Ia mengatakan, penghargaan yang diterima pada 24 Januari 2018 tersebut merupakan yang kedua, setelah pada 2017 mendapatkan penghargaan serupa.

Hanya saja, lanjut dia, pada tahun lalu peringkat yang diperoleh berada di urutan ke sembilan secara nasional.

Apabila didukung anggaran yang cukup, dia optimistis, bisa meraih penghargaan serupa dengan rangking terbaik secara nasional.

Anggaran yang dibutuhkan tersebut, bisa digunakan untuk penyediaan fasilitas penunjang, seperti kafetaria serta anjungan tunai mandiri (ATM) atau fasilitas penunjang lainnya.

TRENDING :  Bupati: KST sebagai Lini Depan Ketertiban Lingkungan

Sementara untuk pelayanan secara internal, kata dia, saat ini cukup memadai, terbukti diraihnya penghargaan sebagai role model penyelenggara pelayanan publik dengan kategori sangat baik.

Penilaian untuk mendapatkan penghargaan tersebut, meliputi ketersediaan gedung, kapasitas ruang untuk melayani pemohon layanan mulai dari KTP elektronik, kartu keluarga hingga akte.

Keberadaan ruang tungg atau tempat duduk serta sistem pengaturan antrean juga ikut menjadi objek penilaian, termasuk fasilitas pendingin ruangan, ketersediaan komputer atau alat elektronik hingga untuk pemohon yang membawa anak-anak disediakan ruang bermain anak serta ruang untuk menyusui.

TRENDING :  ​BINTEK KST Untuk Mendukung Penanganan Gangguan Tibum dan Tranmas di Kabupaten Kudus

“Bagi kaum difabel juga kami sediakan kursi roda,” ujarnya.

Untuk meningkatkan cakupan kepemilikan KTP elektronik, Disdukcapil Kudus melakukan pelayanan jemput bola ke rumah-rumah warga, khususnya warga usia lanjut atau memiliki keterbatasan fisik yang tidak memungkinkan datang ke kantor Disdukcapil atau kecamatan.

“Kami juga memiliki program layanan pengantaran atau `delivery order` untuk memudahkan masyarakat setempat dalam mengurus administrasi kependudukan tanpa harus datang ke kantor Disdukcapil,” ujarnya.

Untuk dukungan sumber daya manusia (SDM), Disdukcapil juga menggunakan tenaga alih daya (outsourcing) untuk menunjang pelayanan, terutama layanan jemput bola maupun “delivery order”. (YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :