Musim Panen, Petani Garam Diresahkan Anjloknya Harga Garam

by
ISKNEWS.COM

Pati, isknews.com (Lintas Pati) – Petani garam di Bumi Mina Tani diresahkan anjloknya harga garam pada musim panen kali ini. Padahal, beberapa bulan lalu sebelum memasuki musim panen, harga garam sempat melonjak tinggi di pasaran.

“Sekarang ini, harga jual langsung dari petani satu kilogramnya Rp 800 – 1.000. Sedang, di pasaran harganya kira-kira Rp 2.000 perkilogram,” ungkap petani garam Desa Guyangan, Kecamatan Trangkil, Pati, Ahmad Takur, Selasa (26/09/2017).

Turunnya harga garam petani lokal tersebut, jauh dari harga garam sebelumnya yang berada diangka Rp 3.500 perkilogram. Selain itu, pihak pengusaha juga hanya mau membeli garam dari petani yang memiliki kualitas bagus saja, misalnya garam harus putih bersih.

TRENDING :  Raisa Trail Adventure Sabhara Pati Siap Amankan Wilayah Tersulit

ISKNEWS.COM

“Kenapa turunnya waktu panen garam, padahal waktu kemarin-kemarin harga jualnya tinggi, sampai-sampai impor dari Australia dan India,” keluhnya.

Hal senada juga diungkap Ahmadi (35) petani garam di daerah tersebut, dia berharap agar pemerintah menentukan Harga Pokok Penjualan (HPP) garam. Dengan begitu, petani tidak akan dirugikan dengan ketidakstabilan harga garam.

TRENDING :  Satu-satunya Di Jateng Pemkab Kudus Tanggung Premi Asuransi Gagal Panen

KOMENTAR SEDULUR ISK :