Perbedaan Opor Ayam dengan Lontong Cap Go Meh

by
Lontong Cap Go Meh
Foto: Lontong Cap Go Meh yang disajikan di Klenteng Hok Hien Bio Kudus, Jalan Ahmad Yani No 10, Kudus, Jumat (02-03-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Sekejap pembuka ingatan, dalam merayakan tahun baru Imlek, masyarakat Tionghoa mengenal tradisi Cap Go Meh sebagai puncak dari serangkaian kegiatan pergantian tahun Imlek. Cap go meh diperingati pada malam ke 15 dari hari tahun baru Imlek.

Dalam memperingati Cap Go Meh, masyarakat Tionghoa biasanya menghabiskan waktu dengan berkumpul bersama keluarga dan melakukan ibadah. Sejumlah hidangan tersaji guna memeriahkan peringatan Cap Go Meh, salah satunya adalah Lontong Cap Go Meh.

TRENDING :  Wakil Ketua DPRD Kudus Sebut Banyak Aduan ASN Tak Netral Dalam Pilkada 2018

“Lontong Cap Go Meh adalah sebuah fenomena khusus untuk peranakan Tionghoa yang ada di Pulau Jawa, tepatnya di wilayah Pantura. Karena Lontong Cap Go Meh merupakan makanan hasil adaptasi dari masyarakat Tionghoa terhadap masakan Jawa, yakni Opor Ayam,” ungkap Lina Chandra (56), Jumat (02-03-2018).

Makanan ini tidak berbeda jauh dari Ketupat Opor Ayam yang menjadi makanan khas umat Islam dalam perayaan Idul Fitri. “Perbedaanya mungkin dari bubuk kari dan abon Sapi yang digunakan untuk memperkuat cita rasa dari lontong Cap Go Meh. Selebihnya hampir sama dengan hidangan Opor Ayam khas Lebaran,” kata Lo Cu di T.I.T.D Hok Hien Bio Kudus tersebut.

TRENDING :  UNBK SMA Sederajat, Soal Matematika Ada Bentuk Esai
KOMENTAR SEDULUR ISK :