Tangani Banjir Rob Kaligawe Saat Mudik, Ganjar Siapkan 16 Pompa Air

by

Semarang, isknews.com – (30/6) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali – Juwana dan Pemerintah Kota Semarang terus berupaya membebaskan kawasan Kaligawe dari rob. Sehingga tidak mengganggu arus mudik balik pada Lebaran tahun ini.

Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP optimistis rob bakal tertangani setidaknya hingga H+7 Lebaran. Salah satu upayanya, dengan mengoptimalkan sejumlah pompa besar, khususnya dua pompa besar dari BBWS Pemali – Juwana yang dipasang di Jalan Raya Semarang-Demak Km 7 (depan CV Pusaka Hidup). Pompa dengan kapasitas masing-masing unit 250 liter per detik tersebut digunakan untuk menyedot air ke Kali Babon.

“Kali Babon inilah sebenarnya tempat penampungan yang available. Cuma jaraknya jauh. Kita mengakali dengan mencari selang yang panjang, disedot dari sini (depan CV Pusaka Hidup) untuk dibuang ke sana (Kali Babon),” ungkapnya, di sela-sela pantauan rob di kawasan Kaligawe, Rabu (29/6) kemarin.

TRENDING :  Jelang Operasi Candi 2018, Polres Pati Libatkan Instansi Terkait

Untuk mempercepat pengurangan genangan rob di perumahan sekitar kawasan Kaligawe, imbuh Ganjar, pemerintah kota telah memberikan bantuan penyewaan 16 pompa berukuran kecil yang dioperasikan di sejumlah perumahan masyarakat. Air dari perumahan dipompa menuju penampungan di depan CV Pusaka Hidup, untuk kemudian dialihkan ke Kali Babon. Tugas masyarakat melaporkan kepada petugas jika genangan meninggi, selanjutnya petugas akan menghidupkan pompa dan menunggu hingga penyedotan tuntas.

Tanggul yang semula mepet ke jalan dimundurkan agar masyarakat merasa lebih nyaman. Agar tidak terjadi penumpukan air di sekitar pompa besar, gubernur meminta Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi yang juga hadir di lokasi pantauan, memperluas kawasan penampungan air.

“Kita harapkan daerah sini dikeruk. Saya minta bantuan Pak Wali Kota, diambakke agar semua tampungan air dari sana bisa masuk ke sini. Begitu masuk ke sini kita sedot ke sana. Apa pun yang terjadi kita stand bye-kan seluruh mesin-mesin besar,” beber Ganjar.

TRENDING :  PT.KA " Reaktivasi Jalur Timur Perlu Rencana Matang "

Ditambahkan, pekerjaan tersebut akan terus diintensifkan hingga pascalebaran. Bisa dikatakan itu merupakan tindakan darurat yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan rob agar tidak mengganggu arus mudik balik. Hasilnya pun cukup efektif. Sejak dioperasionalkan pada Senin (27/6) lalu, saat ini genangan air sudah jauh berkurang.

Disinggung mengenai rencana jangka panjang penanganan rob, gubernur menyampaikan pihaknya tengah menyiapkan desain penanganan rob secara permanen. Salah satunya, menyiapkan dua sea wall sedang (bukan giant) yang menutup dua lokasi di sekitar pantai Semarang.

TRENDING :  Waspadai Kerusakan SD Akibat Bencana Alam UPTD Pendidikan Kecamatan Gebog Bentuk “Tim Merah”

Kepala BBWS Pemali – Juwana Ir Ni Made Sumiarsih menambahkan pihaknya telah menyiagakan 17 pompa berkapasitas besar di sepanjang Jalan Kaligawe. Tepatnya dari bawah jembatan tol, dekat Unissula, sekitar Kali Sringin, belakang Terminal Terboyo, Genuk, hingga Kali Babon. Dari jumlah tersebut, 13 pompa sudah difungsikan menyesuaikan dengan situasi. Pihaknya juga menutup limpasan air dari Sungai Banjir Kanal Timur agar tidak masuk ke kawasan Kaligawe. Melalui upaya tersebut diharapkan rob di kawasan Kaligawe tertangani.

Sementara itu, Plh Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Energi Sumber Daya Mineral Kota Semarang Ayu Enthys mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir dengan pengoperasian 16 pompa kecil di sekitar permukiman yang tergenang. Pasalnya, pihaknya menyewa pompa berikut petugas yang menjaga dan mengoperasikannya.(humas jateng)

KOMENTAR SEDULUR ISK :