Lintas Jepara, isknews.com – Desa Ujung Watu Kecamatan Donorojo Kabupaten Jepara, menjadi tempat berlangsungnya Sosialisasi komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) kreatif 2017 atau sosialisasi keluarga berencana (KB). Minggu 15 Oktober 2017 di salah satu rumah warga setempat.
Dalam kegiatan tersebut, Anggota DPR RI Fraksi Nasdem Ali Mahir mengajak Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Hal itu sebagai penguatan kependudukan keluarga berencana pembangunan keluarga (KKBPK) melalui kegiatan Kie Kreatif.
Narasumber berkompeten dibidangnya hadir untuk memberi sumbangsih ilmu kepada para peserta seminar yang dihadiri sekitar 200 orang. Selain Bib Mahir (sapaan akrab Ali Mahir), Hadir pula dalam kegiatan tersebut diantaranya Kasubdit Bina Keluarga Balita, Anak, dan Ketahanan Lansia Provinsi Jateng Umi Hidayati, Kasubdit Advokasi dan KIE Ratih Dewantisari, dan Hety Purbaningrum perwakilan Dinas P3AP2KB Kabupaten Jepara.
Salah satu diantara peserta yang telah merasakan manfaat KB dimintai testimoni untuk maju kedepan oleh para narasumber, dengan begitu masyarakat bisa melihat nyata, bukti manfaat keluarga berencana (KB).
Umi Hidayati, Kasubdit Bina Keluarga Balita, Anak, dan Ketahanan Lansia Provinsi Jateng memberi masukan kepada hadirin terkait manfaat KB. ”Para hadirin, saya tak mau ngomong teori. Saya ingin undang bapak atau ibu yang telah merasakan manfaat KB. Ada yang berani mau ke depan, menceritakan pengalaman ber-KB. Jika ada yang mau maju kami beri doorprize,” ujarnya
Setelah ada instruksi dari narasumber, sontak salah satu diantara peserta, Mia Nursini maju ke depan untuk menceritakan pengalamannya KB.
Sementara Bib Mahir juga menjelaskan terkait apa delapan fungsi keluarga, dikatakannya, diantaranya adalah Fungsi Agama yaitu
Keluarga berfungsi memiliki fungsi agamamaksudnya adalah selain orang tua sebagai guru dalam pendidikan anaknya, orang tua juga merangkap sebagaiahli agama. Orang tua tempat mengaji dan membacakan kitab suci dalam membentuk kepercayaan anak-anak mereka.
Fungsi Sosial Budaya
Salah satu adanya keluarga berfungsi sebagai sosial budaya, maksudnya dalam perkembangan anak kelurga memiliki peran penting untuk menanamkan pola tingkah laku berhubungan dengan orang lain (sosialisasi) keluarga juga memberikan warisan budaya, disini terlihat bahwasanya keluarga diangap masyarakat yang paling primair. Fakta-fakta sosial selalu dapat diterangkan lewat keluarga. Keluarga mengintrodusir anak kedalam masyarakat luas dan membawanya kepada kegiatan-kegiatan masyarakat.
Fungsi Cinta dan Kasih Sayang
Pertumbuhan seorang anak tidak akan pernah lepas dari pengaruh keluarganya, peran keluarga begitu sentralistik dalam membetuk kepribadian keturuannnya, oleh karena itulah salah satu fungsi keluarga adalah menyalurkan cinta dan kasih sayang.
Fungsi Perlindungan, menjadi faktor penting. Perkembangan anak memerlukan rasa aman, kasih sayang, simpati dari orang lain. Keluarga tempat mengadu, mengakui kesalahan-kesalahan, serta tempat.
Fungsi Reproduksi
Fungsi reproduksi artinya bahwa keluarga merupakan sarana manusia untuk menyalurkan hasrat seksual kepada manusia lain (yang berbeda jenis kelamin) secara legal di mata hukum dan sah secara agama, sehingga manusia tersebut dapat melangsungkan hidupnya karena dengan fungsi biologi ia akan mempunyai keturunan berupa anak.
Fungsi Sosialisasi dan Pendidikan
Fungsi Sosialisasi atau Pendidikan dalam keluarga adalah untuk mendidik anak mulai dari awal sampai pertumbuhan anak menjadi dewasa, keluarga berperan penting terhadap upaya terbentuk kepribadian yang baik.
Fungsi Ekonomi
Fungsi ekonomi atau unit produksi artinya bahwa keluarga menjadi sarana yang baik untuk bertugas memenuhi kebutuhan hidup anggota keluarga di dalamnya, dimana dalam prosesnya fungsi ekonomi ini mampu membagikan kerangka keluarga, misalnya ayah sebagai pencari uang untuk kebutuhan dan ibu bertugas mengurus anak/
Fungsi Lingkungan
Fungsi lingkungan dalam keluarga maksudnya semua bentuk tingkah laku yang dilakukan seorang anggota keluarga awal mulanya dilakukan dalam keluarga. Anak atau anggota keluarga adalah cerminan bagimana ia bisa menerapkan kesesuainnya terhadap lingkungan.
Sementara itu, salah satu narasumber, Hety menjelaskan detail mengenai usia nikah bagi perempuan usia yang bagus di 21 tahun dan laki-laki 25 tahun. Tujuannya agar kedua pasangan siap secara mental dan ekonomi. ”Kalau usia muda (di bawah 21 tahun untuk perempuan dan 25 tahun untuk laki-laki), secara mental dan ekonomi kurang kuat. Khawatirnya masih nyagerno orang tua,” bebenya.
Usia nikah, lanjut Ratih, memang jangan lulusan SMP dan SMA. Karena secara daya reproduksi juga belum kuat. ”Jadi para ibu-ibu dan bapak-bapak, mohon ikut sampaikan ke sanak saudaranya, tetangga untuk berpesan terkait baiknya usia nikah anak yang tepat,” ujarnya.(AJ)






