12 Pendaftar Panwascam Didiskualifikasi

oleh -1,013 kali dibaca
oleh

Kudus, ISKNEWS.COM – Panwaskab Kudus mendiskualifikasi 12 pendaftar Panwascam, karena tidak hadir dalam seleksi tertulis yang dilaksanakan di Hotel Abbas, Sabtu (16/09/2017).

Ketua Panwaskab Kudus Moh Wahibul Minan mengungkapkan, dari 187 pendaftar yang lolos seleksi administrasi, hanya 175 pendaftar yang mengikuti seleksi tertulis. “Kami nyatakan 12 peserta yang tidak hadir gugur,” ujarnya.

Dia menjelaskan, 12 peserta yang absen di antaranya dari Kecamatan Kota, Gebog, dan Dawe masing-masing satu orang. Kecamatan Kaliwungu, Jekulo, dan Bae masing-masing dua orang, serta Kecamatan Mejobo tiga orang.

Minan menyebut ada yang menarik pada seleksi Panwascam tahun ini yakni keterlibatan 20 persen perempuan yang mendaftar. Jauh lebih besar daripada saat seleksi tahun lalu di mana peserta perempuan hanya berjumlah sekitar 5 persen saja.

“Ini artinya ada kesadaran partisipasi yang tinggi dari kalangan perempuan terhadap kegiatan yang berkaitan dengan pesta demokrasi di Indonesia,” tuturnya.

Pendaftar pada tahun ini sendiri mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Jika tahun lalu pendaftar hanya 86 orang saja, pada tahun ini mencapai 200. Dari total 202 pendaftar yang mengambil formulir, 200 di antaranya melengkapi berkas. Dari jumlah itu, 187 pendaftar dinyatakan lolos seleksi administrasi.

Dia menambahkan, setelah tahapan seleksi tertulis akan diambil enam pendaftar untuk melanjutkan ke tahap tes wawancara. Dari tahap wawancara akan kembali dikerucutkan lagi menjadi tiga orang yang dinyatakan lolos menjadi Panwascam pada tiap kecamatan.

Nantinya, lanjut Minan, Panwascam ini akan melaksanakan tugas pengawasannya pada Pilkada serentak 2018 mendatang. “Masa kerjanya sembilan bulan,” imbuhnya.

Mengenai materi yang diujikan pada seleksi tertulis, Minan mengatakan, soal berjumlah 100 dengan bentuk pilihan ganda. Sebagian besar dominan pada regulasi dan undang-undang penyelenggaraan pemilu khususnya tentang kepengawasan, dan undang undang nomor 15 tahun 2011 dan undang-undang nomor 7 tahun 2013, serta atitude menjadi pengawas pemilu yang independen dan berintegritas.

Usai diujikan, soal langsung dibakar. Hak itu dimaksudkan untuk menjaga kerahasiaan soal tersebut. Disampaikannya pada masing-masing soal tertera nama peserta tes, apabila ditemukan nama peserta yang tidak ada di soal akan didiskualifikasi.

“Bisa saja soal dibawa pulang, itu menjadi acuan kami untuk mendiskualifikasi,” tuturnya. Selanjutnya, hasil tes tertulis dikoreksi oleh Bawaslu Jawa Tengah. Pengumuman lolos tahap berikutnya akan diumumkan dua hari mendatang, Senin (18/09/2017). (MK)

KOMENTAR SEDULUR ISK :