Teken MoU, Bawaslu Kudus dan SMK N 1 Kudus Dorong Pengawasan Partisipatif

oleh -9 Dilihat
Bawaslu Teken MoU dengan SMK N 1 Kudus. (Foto: ist.)

Kudus, isknews.com – Komitmen memperkuat pengawasan partisipatif di kalangan pelajar diwujudkan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Kudus melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama SMK Negeri 1 Kudus, Kamis (23/4/2026).

Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan oleh Ketua Bawaslu Kudus, Moh Wahibul Minan, dengan Kepala SMK Negeri 1 Kudus, Afendi Bambang Yulianto. Dalam kegiatan itu, Bawaslu turut didampingi Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa, Imam Subandi, dan disambut jajaran sekolah.

Kesepakatan ini menjadi langkah lanjutan dari dokumen kerja sama yang telah disusun kedua pihak, dengan fokus pada penguatan edukasi demokrasi serta keterlibatan pemilih pemula dalam pengawasan Pemilu.

Melalui kerja sama ini, Bawaslu dan pihak sekolah sepakat untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya demokrasi yang berintegritas. Selain itu, siswa juga didorong untuk berperan aktif sebagai pemilih muda yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab.

Ketua Bawaslu Kudus, Moh Wahibul Minan, menyampaikan bahwa sekolah merupakan ruang strategis untuk menanamkan nilai-nilai demokrasi sejak dini kepada generasi muda.

“Melalui kolaborasi ini, kami ingin membangun kesadaran siswa agar tidak hanya memahami hak pilih, tetapi juga memiliki keberanian untuk ikut mengawasi jalannya demokrasi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMK Negeri 1 Kudus, Afendi Bambang Yulianto, menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menilai, kolaborasi ini akan memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih kontekstual bagi siswa, terutama dalam memahami praktik demokrasi secara langsung.

Sebagai tindak lanjut dari MoU, sejumlah program telah disiapkan. Di antaranya pendelegasian 10 siswa untuk bergabung dalam Saka Adhyasta Pemilu Kabupaten Kudus yang akan mengikuti Program Nasional P2P Tahun 2026.

Tak hanya itu, Bawaslu Kudus juga akan terlibat langsung dalam kegiatan sekolah, seperti menjadi pembina upacara untuk memberikan edukasi terkait demokrasi. Selain itu, Bawaslu akan mendampingi pelaksanaan pemilihan Ketua OSIS agar berjalan transparan, jujur, dan berintegritas.

Program sosialisasi pendidikan politik juga akan diberikan kepada siswa, khususnya pada masa orientasi, guna memperkuat pemahaman sejak awal tentang pentingnya peran aktif dalam demokrasi.

Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan terjalin sinergi yang kuat antara Bawaslu Kudus dan SMK Negeri 1 Kudus dalam mencetak generasi muda yang sadar demokrasi, aktif berpartisipasi, serta menjunjung tinggi integritas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :