Kudus, isknews.com – DPD Partai Nasdem Kabupaten Kudus menggelar pendidikan politik yang memadukan pendekatan kearifan lokal dengan wawasan konteks global, Minggu (3/8/2025) di Taman Budaya Bae Kudus. Melalui kegiatan ini, para kader dibekali pemahaman mendalam mengenai dinamika politik daerah yang bersumber dari budaya lokal, sekaligus ditantang untuk memahami pengaruh kebijakan internasional terhadap politik nasional.
Ketua DPD Partai Nasdem Kudus, Akhwan, mengatakan bahwa pendidikan politik berbasis kearifan lokal penting untuk menumbuhkan kesadaran kader agar lebih responsif terhadap persoalan di daerah. Namun demikian, ia menekankan bahwa perkembangan politik saat ini juga sangat dipengaruhi oleh dinamika global.
“Kita ingin kader tidak hanya paham budaya dan ekonomi lokal, tapi juga siap menghadapi kebijakan yang lahir dari dinamika politik internasional. Jadi harus lengkap — lokalnya jalan, globalnya juga masuk,” ungkapnya.
Pendidikan politik yang bertema “Membangun Kesadaran Politik dengan Kearifan Lokal” ini diikuti oleh kader Nasdem dari tingkat DPD hingga ranting desa. Tujuannya untuk meningkatkan kapasitas kader agar lebih siap dalam menyikapi berbagai isu, termasuk kebijakan pemerintah pusat yang tak jarang dipengaruhi oleh situasi global.
“Kalau ada kebijakan baru, kader tidak kaget. Mereka bisa memahami arah kebijakan karena sudah dibekali pemahaman yang komprehensif,” ujarnya.
Akhwan menambahkan bahwa pendidikan politik ini juga merupakan bentuk komitmen partai dalam menjalankan fungsi edukasi politik yang didukung melalui dana bantuan politik dari pemerintah daerah. “Kita usahakan minimal dua kali dalam satu tahun anggaran, meskipun tantangannya tetap pada ketersediaan anggaran,” imbuhnya.
Kepala Kesbangpol Kudus, Mohammad Fitriyanto, menegaskan pentingnya memahami peran dan fungsi partai politik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia menyampaikan bahwa sebelum berbicara lebih jauh tentang pendidikan politik, masyarakat perlu memahami terlebih dahulu apa itu partai politik dan bagaimana kontribusinya dalam sistem demokrasi.
“Partai politik memiliki peran yang sangat besar bagi Indonesia, baik dalam sistem pemerintahan, penyusunan regulasi, hingga upaya menyejahterakan rakyat,” ungkap Fitriyanto.
Ia menjelaskan, fungsi partai politik di antaranya adalah mengajukan calon pemimpin, mulai dari presiden hingga anggota legislatif di tingkat pusat, provinsi, dan kabupaten. Selain itu, partai politik juga memiliki peran strategis dalam pembuatan kebijakan publik, mewakili dan memperjuangkan hak-hak rakyat, serta mengawasi jalannya pemerintahan.
“Partai politik juga dapat menjadi sarana untuk menyalurkan aspirasi dan menjadi solusi atas berbagai kepentingan masyarakat,” tambahnya.
Khusus mengenai Partai Nasdem, Fitriyanto menyebut bahwa salah satu fungsi pentingnya adalah mengembangkan kehidupan politik kebangsaan yang sehat dan berkeadaban, sebagai bagian dari penguatan demokrasi di Indonesia. (AS/YM)






