200 Pemuda Diedukasi Penanggulangan Penyalahgunaan Narkoba dan HIV/AIDS

oleh -1661 Dilihat

Kudus, isknews.com – Kudus, isknews.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata telah mengadakan kegiatan penanggulangan penyalahgunaan narkoba dan pencegahan HIV/AIDS bagi generasi muda provinsi Jawa Tengah Tahun 2017 di Aula SMK N 1 Kudus Jl. Ganesa II Purwosari Kudus, Selasa, (28/11/17).

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Jawa Tengah, Urip Sihabudin melalui Kepala Bidang Kepemudaan, Susilowati mengatakan, Tujuan diadakan kegiatan ini adalah untuk mencegah penyalahgunaan penggunaan narkoba bagi generasi muda, selain itu meningkatkan kepercayaan diri dan daya tangkal bagi generasi muda. “Adanya acara ini agar para generasi muda dapat mengetahui dampak buruk dari Narkoba dan berbahayanya penyakit HIV/AIDS,” ungkapnya.

Peserta seminar Kali ini diikuti sebanyak 200 orang, diantaranya berasal dari organisasi Kepemudaan, Organisasi Kemahasiswaan, Organisasi Kepelajaran. “Adapun narasumber kita datangkan yang benar-benar kompeten dibidangnya, yakni Gunawan Wicaksono dengan materi Komunikasi atau Informasi pencegahan HIV/AIDS dan Narkoba, Diah Citrawati dengan materi menjaga dan meningkatkan fisik dalam upaya pencegahan penyalaggunaan narkoba, Sukadi dengan materi Pengetahuan generasi muda akan bahasa narkoba dan penyakit HIV/AIDS, Irwan Alwi Hidayat dengan materi pengatahuan dasar HIV/AIDS dan pelayanan kesehatan di daerah.

Provinsi Jawa Tengah saat ini telah mempunyai kader pemuda anti Narkoba yang dibentuk tahun 2016, diantaranya berjumlah 400 kader dari 20 desa, 10 kecamatan dan 5 Kabupaten. “Kader pemuda, rata-rata dari mereka berusia 16 hingga 30 tahun, Dan istilahnya duta narkoba,” ujarnya

Ditemui ditempat yang sama, Mushonif, Kasi penyadaran dan pemberdayaan pemuda, menjelaskan, bahaya penyalahgunaan Narkotika, Alkohol, Psikotropika dan Bahan Adiktif berbahaya lainnya (NAPZA) merupakan bahan/zat apabila dimasukan dalam tubuh manusia, baik secara oral/diminum, dihirup maupun disuntikan sehingga dapat mengubah pikiran, suasana hati atau perasaan dan perilaku seseorang.

Narkoba dapat menimbulkan ketergantungan (adiksi) fisik dan psikologis. Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunanatau perubahan kesadaran, hilangnya rasa sakit dan dapat menimbulkan ketergantungan.

Dikatakan Mushonif, Bahaya narkoba sudah menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat. Berbagai kampanye anti narkoba dan penanggulangan terhadap orang-orang yang ingin sembuh dari ketergantungan narkoba semakin banyak di dengung-dengungkan. Sebab, penyalahgunaan narkoba bias membahayakan bagi keluarga, masyarakat dan masa depan bangsa.

Dampak narkoba jika disalahgunakan seperti halnya singkatan kata tersebut NARKOBA (narkotika dan obat/bahan adiktif), memang sangatlah berbahaya bagi manusia. Narkoba dapat merusak kesehatan manusia baik secara fisik, emosi maupun perilaku pemakainya.

Bangsa ini akan kehilangan generasai muda yang sangat banyak akibat penyalahgunaan narkoba dan merebaknya korban terjangkit virus HIV/AIDS. Kehilangan generasi muda sama dengan kehilangan sumber daya manusia bagi bangsa dan negara.

Dengan kondisi tersebut, lanjut Mushonif, kami selenggarakan kegiatan Penyuluhan Narkoba dan Bahaya terjangkitnya virus HIV/AIDS dikalangan generasi muda guna memperbaiki moral penerus bangsa masa kini untuk tidak mengkonsumsi narkoba agar dapat menjadi penerus bangsa yang berakhlak mulia.

Dan kegiatan ini dilatar belakangi kenyataan bahwa banyak pemimpin bangsa yang menjadi panutan yang tidak pantas bagi generasi saat ini ataupun yang akan datang. “Selain itu, kegiatan ini kami selenggarakan karena ingin memberikan penjelasan dan pemahaman bagi para pemuda akan bahaya narkoba, serta untuk memperkuat moral dan kepribadian yang di miliki para pemuda atau pelajar/mahasiswa,” pungkasnya (AJ)

No More Posts Available.

No more pages to load.