21 Siswa SD Kayuapu Dilarikan ke Rumah Sakit Akibat Keracunan

oleh -462 Dilihat
oleh

Kudus, ISKNEWS.COM – Sebanyak 21 siswa SD Kayuapu, Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae dilarikan ke RSUD dr Loekmono Hadi Kudus, Jumat (10/11/2017). Mereka diduga mengalami keracunan usai menyantap jajanan sekolah yang dijual pedagang kaki lima (PKL).

Kepala Sekolah SD Kayuapu Suparmi menceritakan, pada saat jam istirahat para siswa membeli jajan, namun selepas itu tiba-tiba mereka mengeluh mual dan sakit perut. “Awalnya kami mengira siswa kurang enak badan, tapi kami semakin panik karena ternyata yang mengeluh belasan siswa,” ucapnya.

Siswa yang diduga mengalami keracunan sebanyak 21 anak, mulai kelas IV hingga VI. 14 siswa dilarikan ke RSUD dr Loekmono Hadi Kudus dan tujuh lainnya dirawat di Puskesmas Rejosari.

Siswa SD Kayuapu yang mengalami keracuna diperbolehkan pulang dari rumah sakit

Dia menambahkan, para siswa diduga keracunan jajanan mi gelas yang dijual PKL di lingkungan sekolah. Ia berharap kejadian ini tidak terulang lagi, dan para PKL agar lebih menjaga dan mengecek jajanan yang dijual supaya persitiwa serupa tak terulang lagi.

Menurut salah seorang siswa Tania, pada saat jam istirahat dirinya membeli mi gelas yang dicampur tahu dan diberi bumbu saus, kecap, serta coklat. Namun, usai menyantap tak berselang lama tiba-tiba dirinya merasa mual dan sakit perut.

“Biasanya beli mi gelas itu, tapi baru kali ini merasa pusing,” tuturnya. Tania mengaku sempat curiga karena di dalam mi gelas yang sudah tercampur tersapat banyak semut dan ketika disantap rasanya agak aneh.

“Gak kayak biasanya mi yang saya makan rasanya aneh, agak apek dan eneg,” tandasnya.

Terpisah, Humas RSUD dr Loekmono Hadi Kudus Saiful Anas menjelaskan, para siswa dipastikan mengalami keracunan. Namun, penyebabnya masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut.

“Kita sudah ambil sampel makanan dan muntahan para siswa. Untuk lebih lanjut kita tunggu pemeriksaan laboratorium dari Dinas Kesehatan,” kata Anas kepada ISKNEWS.COM.

Dikatakannya, sebanyak 13 siswa diperbolehkan pulang, namun satu siswa bernama Meilina harus menjalani rawat inap karena mengalami sesak nafas. “Meilina harus di opname karena pihak medis khawatir dengan sesak nafasnya. Saat ini tim dokter masih melakukan observasi dan perawatan intensif,” tambahnya. (MK)

No More Posts Available.

No more pages to load.