Kudus, isknews.com – Dalam rangka memperingati hari Bhayangkara ke 71, Polres Kudus bekerjasama dengan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Muria Raya, menggelar turnamen antar Sekolah Sepak Bola (SSB) se Jawa Tengah dengan Tajuk “Turnamen Sepak Bola Kapolres Kudus Cup 2017”.
Hal tersebut disampaikan oleh Kapolres Kudus AKBP. Agusman Gurning, saat gelar jumpa pers dalam acara peuncuran pturnamen tersebut, sore tadi di Aula Panaluan Mapolres Kudus, Jum’at (7/7/17).
Menurut Kapolres, Turnamen ini akan diikuti oleh sebanyak 32 SSB dari sejumlah kota di Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur, mereka akan ambil bagian dalam ajang yang akan mulai digelar Sabtu besok (8/7/17) di Stadion Wergu Wetan dan Stadion Porma.
“Saya berharap atas penyelenggaraan even ini, dapat menjadi bagian dan ikut mengasah serta memunculkan bibit-bibit muda pesepakbola, dengan pengayaan jam bertanding diharapkan nantinya mereka tidak hanya tampil dilevel regioanl saja namun dia berharap juga akan muncul bibit pesepakbola nasional,” tutur Kapolres.
Selain itu dirinya berharap Turnamen ini bisa menjadi agenda tahunan, karena pembinaan untuk memunculkan bibit-bibit baru pesepakbola perlu dilakukan secara kontinyu dan terus-menerus.
“Melalui pembinaan usia dini diyakini akan dapat menjadi pondasi bagi tim-tim dengan level kompetisi lebih tinggi. Tidak hanya teknik bermain sepak bola saja yang diasah, tetapi juga bagaimana belajar berkompetisi untuk bertanding secara jujur,” tambahnya.
Sementara itu, menurut ketua IJTI Muria Raya, Indra Wihadi, tim-tim yang berlaga dibagi dalam dua kelompok usia, yakni pemain kelompok usia kelahiran 2007 dan usia kelahiran 2005.
“Masing-masing kelompok usia ini akan berlaga 16 tim. Dan pertandingan akan di dua lapangan sepakbola yang berbeda bagi tiap kelompok umur, untuk usia 12 tahun akan belaga di Stadion Wergu Wtan, sedangkan untuk usia 10 Tahun akan berlaga di Lapangan Sepakbola Porma,” ujar Indra.
Terkait wasit, meski pun merupakan turnamen usia dini, akan disiapkan yang berkualitas dari Askab kudus dan berlisensi C. Panitia juga menegaskan tidak akan mentolerasi pencurian umur atau pun tindakan tidak fair lainnya.
“Pelanggaran tersebut akan sangat merusak mental anak anak,” tandasnya.
Ketua Panitia, Andy Odang menyatakan, format turnamen yang digelar hanya satu hari tersebut akan menggunakan empat pool dimana satu pool terdapat empat SSB. Dari empat pol tersebut selanjutnya akan ada juara I, II, III dan bersama. Sejumlah apresiasi mulai dari uang pembinaan, medali dan piala telah disiapkan untuk menyemangati tim-tim yang berlaga. (YM)










