4 pilar pembangunan di Kabupaten Kudus Jadi Andalan Penilaian EPPD

oleh -1,149 kali dibaca

Kudus,isknews.com – (22/12) Setiap tahun pemerintah mengadakan penilaian atas penyelenggaraan pemerintah daerah kepada provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia. Tahun ini telah terpilih nominasi untuk 6 provinsi, 15 kabuisk1paten, serta 15 kota. Kudus sebagai salah satu nominator penyelenggaraan pemerintahan terbaik untuk kategori kabupaten.

Penilaian lapangan yang dilakukan tim nasional common sense survey Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) yang diketuai oleh Gunawan, berlangsung di Kudus pada Selasa (22/12). Acara penerimaan tim penilai yang disambut oleh Bupati Kudus H. Musthofa bertempat di pendopo kabupaten. Hadir pula dalam acara tersebut forkopinda, seketaris daerah bersama sejumlah pejabat, camat, kepala desa dan lurah.

Tim memfokuskan pada penilaian tentang layanan kesehatan, layanan bidang pendidikan, serta infrastruktur dan pelayanan publik. Nantinya akan terpilih 3 provinsi, 10 kabupaten, dan 10 kota terbaik. Tujuan penilaian lapangan ini adalah untuk mendapatkan informasi secara faktual selain data yang telah didapatkan sebelumnya mengenai penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik.

Dalam paparannya, bupati Kudus menyampaikan perkembangan pembangunan di Kudus untuk kurun waktu hingga tahun 2014. Dijelaskannya bahwa di periode kedua kepemimpinannya ini, menetapkan visi untuk mewujudkan masyarakat Kudus yang semakin sejahtera. Untuk mencapai mimpi ini, dirinya bersama jajaran pemkab Kudus menggagas program pro rakyat yang tertuang dalam 4 pilar pembangunan.

”Pada pilar pertama, kami berupaya untuk memberdayakan UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah, red). Dan ini merupakan kekuatan ekonomi kerakyatan yang sesungguhnya,” papar bupati.
Banyak program dan kegiatan untuk memberdayakan UMKM, di antaranya adanya pinjaman kredit usaha tanpa jaminan berupa kredit usaha produktif (KUP). Gagasan Musthofa ini mendapat restu dari Presiden RI Jokowi untuk dilaksanakan di Kudus. Nantinya jika di Kudus berhasil, KUP ini akan dinasionalkan. Mengingat proses pinjaman yang mudah serta bunga ringan.

Selain itu, pemkab telah mengadakan pelatihan kerja dan bantuan modal berupa alat atau ternak. Sehingga ketika lulus para alumni balai latihan kerja (BLK) bisa membuka usaha sendiri yang secara otomatis mampu mengurangi angka pengangguran. Dan inilah harapan bupati yang juga seorang pengusaha untuk membangun jiwa wirausaha di masyarakat Kudus.

Di bidang pendidikan, Kudus tak perlu lagi untuk diragukan. Prestasi satya lencana di bidang pendidikan di tahun 2010 lalu merupakan salah satu bukti nyata keberhasilan pendidikan di Kudus. Bahkan kini banyak dikembangkan sekolah kejuruan yang mencetak tenaga profesional di berbagai bidang. Di antaranya bidang fesyen, kuliner, teknologi informasi, bahkan sekolah pelayaran.

”Saya meyakini bahwa di Kudus merupakan paku buminya pendidikan di tingkat nasional. Dan kini kami telah mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar 37% dari APBD,” imbuhnya.
Bupati yang telah memasuki tahun kedelapan memimpin Kudus ini ingin memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Jadi penilaian semacam ini dirinya tidak hanya semata-mata mengejar prestasi berupa penghargaan. Namun lebih memfokuskan pada kesan yang baik bagi seluruh masyarakat Kudus selama kepemimpinannya.

”Dengan kerja keras kami bersama seluruh jajaran forkopinda yang didukung para kepala desa dan seluruh masyarakat, semoga Kudus mampu masuk tiga besar nasional,” harapnya.
Orang nomor satu di Kudus ini memiliki parameter tersendiri dalam menilai keberhasilan seorang pemimpin (kepala daerah, red). Menurutnya, keberhasilan pemimpin ketika mampu meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakatnya dan menurunkan angka pengangguran. Termasuk infrastruktur yang memadai dan layanan kesehatan gratis semuanya untuk masyarakat Kudus.(rg)

KOMENTAR SEDULUR ISK :