Surakarta, isknews.com – Enam atlet atletik binaan PASI Kudus dari Klub Atletik SPORTIF Kudus menunjukkan semangat juang luar biasa saat berlaga di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Atletik dan U-18 Indonesia Open. Meski hasil yang diraih beragam, penampilan mereka membuktikan bahwa atlet muda Kudus mampu bersaing di level nasional (01/09/2025).
Deretan Atlet yang Berlaga :
- Sholidin Usman – nomor lari 1500 m (atlet senior).
- Agus Hariyanto – jalan cepat 20.000 m(atlet senior)
- M. Haikal Javelino – dasa lomba.(Yunior)
- Irgi Chandra Pranata – lari 200 m & 400 m.(Remaja).
- Afid Aila Sadda Zidan – jalan cepat 5.000 m.(Remaja).
- Ahmad Farkhan – lompat jauh.(Remaja).
Capaian dan Perjuangan:
- Sholidin Usman sukses meraih juara 3 lari 1500 m senior dengan catatan waktu 4’20”. Hasil ini menjadi bukti konsistensi Sholidin di nomor spesialisnya.
- Afid Aila Sadda Zidan belum mampu memperbaiki catatan waktunya di nomor jalan cepat 5.000 m. Dari waktu terbaiknya 26’35”, pada Kejurnas kali ini ia mencatatkan 29 menit dan menempati posisi 13.
- Ahmad Farkhan harus menelan pil pahit akibat cedera engkel lama yang kambuh saat mencoba lintasan. Target lolos Pra Porprov pun terpaksa tertunda.
- Irgi Chandra Pranata tampil gemilang di nomor sprint.
Di 200 m , Irgi lolos penyisihan sebagai juara 1 (23”07), semi final posisi 2 (23”05), dan di final menempati posisi 6 dengan waktu 22”93. Meski diposisi 6 ,Irgi sudah lolos limit Porprov 200 M (23”00), catatan ini menunjukkan progres yang menjanjikan.
Di 400 m , nomor spesialisnya, Irgi tampil luar biasa: penyisihan posisi 2 (50”93), semi final juara 1 (50”88), dan pada final meraih juara 2 dengan catatan 50”23. Ia bersaing ketat dengan atlet DIY (juara 1) dan Jabar (juara 3). Performa ini disebut pelatih sebagai modal berharga menuju Porprov Jateng 2026.
- Agus Hariyanto (jalan cepat 20.000 m) dan M. Haikal Javelino (dasa lomba) baru akan bertanding pada Selasa (02/09/2025) pagi. Agus dijadwalkan start pukul 05.30 WIB.
Semangat dan Evaluasi:
Pelatih mengungkapkan, persiapan tidak selalu berjalan mulus. Misalnya, Irgi sempat hampir kram saat menjalani program daya tahan khusus di Stadion SSA sebelum keberangkatan. Latihan langsung dihentikan, diganti dengan terapi regenerasi dan relaksasi. Hasilnya, ia mampu tampil maksimal saat lomba.
“Alhamdulillah, meski ada kendala, anak-anak tetap berjuang dengan semangat tinggi. Hasil ini jadi pengalaman berharga sekaligus bekal menghadapi Porprov Jateng 2026,” ujar Noor Akhmad pelatih PASI Kudus.
Inspirasi dari Kudus :
Enam atlet ini bukan sekadar membawa nama PASI Kudus, tetapi juga menginspirasi generasi muda bahwa dengan kerja keras, disiplin, dan doa, anak daerah pun bisa bersaing di kancah nasional. Mereka pulang dengan catatan hasil yang akan menjadi bahan evaluasi, namun lebih dari itu, membawa semangat pantang menyerah yang layak diteladani.






