Kolaborasi PT Djarum–UKDW Perkuat Layanan RS Mardi Rahayu dengan Bantuan Ventilator

oleh -1 Dilihat
Penyerahan empat unit ventilator tipe Hamilton C3 Standard Neo to Adult kepada RS Mardi Rahayu, oleh PT DJARUM. (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – PT Djarum menyalurkan empat unit ventilator tipe Hamilton C3 Standard Neo to Adult kepada RS Mardi Rahayu Kudus, Jawa Tengah, Selasa (21/4/2026). Bantuan ini menjadi bagian dari kolaborasi tripartit antara PT Djarum, Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta, dan RS Mardi Rahayu dalam upaya meningkatkan layanan kesehatan sekaligus mendukung pendidikan dokter.

Momentum penyerahan bantuan ini bertepatan dengan peringatan ulang tahun ke-75 PT Djarum. General Manager Community Development PT Djarum, Achmad Budiharto, mengatakan bantuan tersebut merupakan wujud komitmen perusahaan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.

Di hari yang bahagia ini kami berbagi kebahagiaan dengan RS Mardi Rahayu melalui bantuan empat unit ventilator, sekaligus memperkuat kerja sama dengan UKDW Yogyakarta,” ujarnya.

Achmad menambahkan, PT Djarum secara konsisten mendukung peningkatan mutu layanan kesehatan, baik melalui bantuan alat medis maupun penguatan sektor pendidikan tenaga kesehatan.

Kami ingin pelayanan kesehatan, khususnya di Kudus, semakin baik. Selain alat kesehatan, kami juga mendukung pendidikan dokter agar mampu mencetak tenaga medis yang berkualitas, termasuk dalam penanganan penyakit, khususnya yang berkaitan dengan paru,” imbuhnya.

Bantuan ventilator tersebut diharapkan mampu mempercepat penanganan pasien dengan gangguan pernapasan, terutama di ruang perawatan intensif.

Direktur Utama RS Mardi Rahayu Kudus, Pujianto, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan. Menurutnya, ventilator merupakan alat vital dalam pelayanan medis, khususnya bagi pasien dengan kondisi kritis.

“Ventilator sangat krusial karena berfungsi membantu atau menggantikan kerja pernapasan pasien, sehingga dapat meningkatkan peluang keselamatan pasien yang membutuhkan bantuan napas. Bantuan ini tentu sangat berarti bagi kami,” jelasnya.

Ia menyebutkan nilai bantuan tersebut mencapai sekitar Rp2 miliar. Dengan tambahan empat unit ventilator, total ventilator yang dimiliki RS Mardi Rahayu kini menjadi 31 unit, meningkat dari sebelumnya 27 unit, seiring dengan kapasitas 27 tempat tidur perawatan intensif.

Lebih lanjut, Pujianto menjelaskan bahwa RS Mardi Rahayu juga tengah mengembangkan Gedung Rawat Inap Betania sebagai bagian dari peningkatan kapasitas layanan. Salah satu lantai gedung tersebut akan difungsikan sebagai unit perawatan intensif terpadu, yang terdiri dari 8 tempat tidur Pediatric Intensive Care Unit (PICU), 9 tempat tidur Neonatal Intensive Care Unit (NICU), 10 tempat tidur Perinatal Risiko Tinggi (Peristi), serta 14 tempat tidur High Care Unit (HCU).

Di sisi lain, kolaborasi ini turut memperkuat peran RS Mardi Rahayu sebagai Rumah Sakit Pendidikan Satelit bagi mahasiswa Program Studi Profesi Dokter Fakultas Kedokteran UKDW Yogyakarta.

Rektor UKDW, Wiyatiningsih, menyatakan kerja sama tersebut menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kualitas pendidikan kedokteran melalui dukungan fasilitas medis yang memadai.

“Kolaborasi ini tidak hanya berdampak pada peningkatan layanan kesehatan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam proses pembelajaran mahasiswa kedokteran,” ujarnya.

Ia menambahkan, kerja sama antara UKDW, RS Mardi Rahayu, dan Djarum Foundation telah terjalin dalam berbagai program, termasuk dukungan pembangunan rumah sakit pendidikan milik UKDW yang saat ini masih berjalan.

Sebagai salah satu pusat penanganan kecelakaan di Kudus, RS Mardi Rahayu terus berkomitmen meningkatkan mutu layanan melalui kecepatan respons, ketepatan penanganan, serta dukungan peralatan medis yang memadai. Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat layanan kesehatan sekaligus mencetak tenaga medis yang kompeten di masa mendatang. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :