Kudus, isknews.com – Kasus campak kembali menjadi perhatian serius dalam dunia kesehatan anak. Selama ini, sebagian orang tua masih menganggap campak sebagai penyakit ringan yang hanya ditandai dengan ruam merah dan dapat sembuh dengan sendirinya. Padahal, tenaga medis menegaskan bahwa campak berpotensi menimbulkan komplikasi berat hingga kematian apabila tidak ditangani secara tepat.
“Campak bukan penyakit ringan. Tanpa penanganan yang tepat, komplikasinya bisa sangat berbahaya, bahkan mengancam jiwa anak,” ujar dr. Indira Ratih, Sp.A., M.Biomed, Dokter Spesialis Anak RSI Sunan Kudus.
Campak merupakan infeksi virus yang sangat menular melalui udara (airborne), baik melalui percikan ludah saat penderita berbicara, batuk, atau bersin, maupun melalui benda yang terkontaminasi. Virus ini tidak hanya menyerang kulit, tetapi juga dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh anak secara keseluruhan.
Gejala campak diawali dengan demam tinggi, batuk, pilek, dan mata merah (konjungtivitis). Dalam 2–4 hari, muncul bintik kemerahan yang berawal dari belakang telinga, kemudian menyebar ke wajah, leher, hingga seluruh tubuh. Ruam ini dapat bertahan selama tiga hari atau lebih sebelum berubah warna menjadi kecokelatan hingga kehitaman.
Bahaya utama campak terletak pada komplikasi yang dapat menyertainya. Di antaranya adalah diare berat yang berisiko menyebabkan dehidrasi, terutama pada anak usia kecil. Selain itu, pneumonia menjadi salah satu komplikasi tersering dan penyebab utama kematian, dengan perkiraan satu dari 20 anak penderita campak mengalami kondisi tersebut. Komplikasi lain yang lebih serius adalah ensefalitis atau radang otak yang dapat menyebabkan kerusakan saraf permanen hingga kematian. Pada ibu hamil, infeksi campak juga berisiko menyebabkan kelahiran prematur atau bayi dengan berat badan lahir rendah.
“Satu penderita campak dapat menularkan virus kepada 12 hingga 18 orang lain yang belum memiliki kekebalan. Karena itu, pencegahan melalui imunisasi sangat penting,” tambah dr. Indira Ratih.
Upaya pencegahan paling efektif adalah melalui imunisasi. Vaksin MR (Measles-Rubella) terbukti aman dan efektif, dan anak dianjurkan mendapatkan imunisasi sesuai jadwal serta melakukan imunisasi kejar bila ada dosis yang terlewat.
Selain itu, penanganan campak dilakukan secara suportif, meliputi istirahat yang cukup, pemenuhan nutrisi dan cairan, serta isolasi untuk mencegah penularan. Pemberian vitamin A sesuai anjuran tenaga medis juga direkomendasikan untuk menurunkan risiko komplikasi dan kematian. Anak yang terinfeksi sebaiknya dijauhkan dari kelompok rentan seperti bayi, ibu hamil, dan individu dengan sistem imun lemah.
Orang tua diimbau segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila mengalami demam tinggi disertai batuk dan pilek yang tidak kunjung membaik, guna mencegah komplikasi lebih lanjut.
Sebagai bentuk dukungan layanan kesehatan anak, RSI Sunan Kudus menyediakan layanan imunisasi lengkap bagi anak. Masyarakat diharapkan tidak menunda perlindungan kesehatan anak, mengingat kesehatan merupakan investasi masa depan yang sangat berharga.
Info layanan hubungi nomor customer service 081-229-733-254






