61 Kades di Kudus Tandatangani MOU Seleksi Perangkat Desa dengan Tim Unsoed

oleh
Tim LPPM Unsoed selaku pihak ketiga saat memberikan sosialisasi proses seleksi kepada sejumlah kepala desa, Camat dan tim panitia desa (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unsoed Purwokerto, sebagai pihak ketiga pada tes seleksi pengisian perangkat desa di wilayah Kabupaten Kudus, pagi tadi bertempat di Balai Desa Jepang Pakis Jati Kudus melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan para Kepala Desa yang wilayahnya melakukan rekrutmen perangkat desa.

Sejumlah Camat, Kepala Desa dan Panitiya Seleksi baik dari Kecamatan dan Desa hadir menyaksikan Sebanyak 61 Kepala Desa mebubuhkan tanda tangannya terkait pelaksanaan ujian pengisian perangkat desa dengan tim dari Unsoed yang di pimpin oleh Dr. Hariyadi dosen Fisip yang sekaligus ketua tim kerjasama Unsoed, Selasa (23/07/2019).

Hariyadi mengatakan, kesepakatan ini dimaksudkan menyetujui proses seleksi yang akan dilakukan oleh lembaganya sebagai pihak ketiga independen dalam proses pelaksanaan tes perangkat Desa.

TRENDING :  Ini Hasil Mediasi Warga Desa Wedusan

“Kami menyiapkan tata tertib ujian, pelaksanaan ujian, soal dan hasil nilai yang kami lakukan dengan sistem Computer Assisted Test (CAT) ,” jelasnya.

Dia membeberkan pelaksanaan ujian akan dilaksanakan pada 1 Agustus 2019 mendatang di Stadion Wergu Wetan Kudus.

Seorang Kepala Desa sedang melakukan penendatanganan kesepahaman dengan pihak Unsoed selaku pihak ketiga pada seleksi rekrutmen perangkat desa di Kudus (YM/YM)

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Adhi Sadono menegaskan proses pengisian perangkat desa di Kudus dipastikan terus berjalan. Pasalnya, kata Adhi pengisian perangkat desa ini terbukti tidak melanggar ketentuan hukum. Sehingga tidak ada alasan untuk menundanya.

“Semua proses seleksi dari pembuatan soal hingga pelaksanaan tes dilakukan oleh Unsoed,” tegasnya.

Dengan sistem CAT ini, dia memastikan seleksi perangkat desa ini laksanakan secara terbuka dan trasparan untuk umum. Dimana Unsoed berperan sebagai penyelenggara seleksi rekruitmen ini.

TRENDING :  Koalisi 3 Partai gabungan Resmi Umumkan Pembentukan Fraksi ANHD DPRD Kudus

Dalam ujian penyaringan peserta dihadapkan dengan materi umum, khusus dan psikologi. Secara rinci dia menyebut, materi umum berisikan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Ilmu Pengetahuan Sosial, Bahasa Indonesia, Matematika dan Kepemimpinan.

Sedangkan materi khusus meliputi ketentuan-ketentuan mengenai pemerintahan desa dan materi yang berkaitan dengan tugas pokok dan fungsi. Kemudian materi psikologi meliputi karakter, kemampuan beradaptasi dan managerial.

“Untuk rata nilai dari seluruh materi adalah 60. Bagi peserta yang memiliki nilai dibawah itu langsung dinyatakan tidak lolos,” tegas dia.

Dengan menggunakan CAT, nantinya peserta dapat langsung melihat perolehan nilainya usai menyelesaikan tes. Dimana nantinya peserta dengan nilai tertinggi yang akan mengisi jabatan tersebut.

TRENDING :  Sejumlah KUB IKM di Kudus Peroleh Hibah 14 Unit Mesin Peralatan dari Kemenperin RI

Dengan sistem ini, Adhi mengklaim isu terkait praktek jual beli jabatan bisa ditepiskan. Dipaparkannya, pengumuman hasil seleksi akan dilakukan maksimal tujuh hari setelah ujian penyaringan. Hasilnya akan diumumkan dalam rapat yang dihadiri oleh Kepala Desa, BPD dan para Calon.

“Dengan mekanisme ini, kami harapkan proses pengisian perangkat bisa berjalan dengan adil dan transparan,” harap dia.

Jika dalam implementasinya ditemui tindakan KKN. Adhi berpesan kepada masyarkat untuk bisa melaporkan hal tersebut ke pihak terkait untuk ditindak.

“Dalam pelaporan tentu harus disertakan barang bukti yang kuat. Bukan sekedar bersumber dari katanya,” tandas dia. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :