Bangkitkan Motivasi Untuk Percaya Diri, Samani Bantu Tangan Palsu Korban Begal Bumi Wangi

oleh -247 Dilihat
CEO SAI Foundation Samani Intakoris (kanan) saat menemui Indra korban tangan putus akibat begal di Taman Bumi Wangi saat menerima bantuan tangan palsu didampingi ibunya (Foto: istimewa/SAI)

Kudus, isknews.com –  Muchammad Indra Setiawan (23) warga Desa Mejobo, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus yang kini kehilangan tangan kirinya akibat ditebas senjata tajam oleh sekawanan begal di Taman Bumi Wangi Jekulo, Kudus,(10/02) bulan lalu, mengaku gembira setelah memperoleh bantuan tangan palsu dari CEO SAI Foundation, Samani Intakoris beberapa waktu lalu.

Menurut Indra saat ditemui dirumahnya oleh sejumlah awak media mengatakan, dirinya berterimakasih kepada Samani yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Kudus ini karena telah memberikan bantuan untuk dirinya berupa tangan palsu.

“Dengan bantuan tangan palsu yang diberikan oleh pak Samani ini makin membangkitkan semangat dan rasa percaya diri saya. Karena dengan tangan palsu ini juga menunjang saya dalam membantu melakukan sesuatu,” ujar Indra.

Sedangkan ibu Indra Siti Kholidah yang mendampingi Indra mengatakan, kini luka ditangan kiri anaknya sudah mulai mengering sehingga kembali bisa beraktifitas untuk melakukan sesuatu meski tak sesempurna dulu.

“Dia dirumah sekarang sudah mulai utak-utik bikin peralatan elektronik sederhana seperti amplifier dan alat-alat berjaringan bluetooth, meski untuk memegangi sesuatu kini dibantu dengan menggunakan kaki. Tapi saya bersyukur dia sudah mulai beraktifitas,” cerita Kholidah.

Mungkin tak lama lagi dirinya akan kembali bekerja, setelah diberikan cuti oleh perusahaan selama 3 bulan pasca terjadinya musibah itu.

“Ya dengan tangan palsu itu nanti Insha Allah bisa membantu Indra pegang stang motor saat dia kembali bekerja, ini motornya yang lama sudah saya jual dan tak tukar dengan motor bebek biar dia bisa kendarai sendiri. Termasuk juga biar tidak minder dihadapan perempuan,” ujarnya sambil berkelakar.

Diketahui, Indra saat ini masih berstatus pegawai kontrak di Pura Group dan masih mendapatkan penghasilan dari perusahaan meskipun masih beristirahat karena luka pembacokan yang diterima.

Rencana dua minggu lagi, setelah tangan palsunya bisa dipakai Indra akan memulai kembali untuk bekerja ke perusahaan tersebut sebagai operator mesin selongsong rokok.

Kholidah mengatakan, dirinya sangat berterimakasih pada Samani, karena bersedia bolak balik menjenguk anak saya, terakhir katanya datang dengan mengajak orang lalu mengukur tangan anaknya.

“Rupanya tangan anak saya di ‘fitting’ dan diukur untuk dibuatkan tangan palsu, cuman waktu jadi agak kurang pas karena anak saya sering rebahan dirumah sehingga badannya agak membesar, Kemarin di fitting lagi sesuai ukuran tangan anak saya saat ini.” ujarnya.

Sementara itu, CEO SAI Foundation Samani Intakoris, saat dikonfirmasi terkait bantuan tersebut mengatakan, apa yang dia lakukan adalah sebagai bentuk dukungan dirinya dalam upaya membangun motivasi dan kepercayaan diri terhadap korban.

“Karena diusia yang masih muda kini mas Indra telah kehilangan tangan kirinya akibat peristiwa kekerasan yang pelakunya ternyata masih dibawah umur,” katanya, Selasa (08/03/2022).

Dia berharap, bantuan yang ia berikan tersebut dapat bermanfaat bagi keluarga dan membantu menghilangkan trauma psikologis kepada korban.

Dia juga memberikan peluang pekerjaan bagi Indra bila karena kondisi sekarang terpaksa harus dirumahkan oleh perusahaan sekarang.

“Kalau bersedia menjadi peracik kopi nanti di latih terlebih dahulu dan jadi barista di Kafe Gravitasi miliknya,” ujar Samani. (YM/YM)

No More Posts Available.

No more pages to load.