Berangkat Kejurnas di Malang, Siswa ASTI Kudus Gelar Doa dan Salat Gaib Korban Kanjuruhan

oleh -567 Dilihat
Jelang keberangkatan ke Malang ikuti Kejurnas Liga Sentra Indionesia, sejumlah siswa ASTI gelar Salat Gaib bagi korban Trgedi Stadion Kanjuruhan (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Jelang keberangkatan 20 siswa pemain sepak bola dari Akademi Sarana Talenta Indonesia (ASTI) Kudus mengikuti Kejuaraan Nasional Liga Sentra Indonesia U-15 tahun 2022 yang digelar di Malang lusa, para siswa ASTI mengawalinya dengan menggelar do’a bersama serta melaksanakan salat gaib dan mengunjungi Stadion Kanjuruhan, Malang.

Do’a bersama dilaksanakan saat sesi latihan terakhir yang dilaksanakan di lapangan Rendeng, sedangkan pada malamnya usai Salat Maghrib mereka menggelar salat Gaib yang dipimpin oleh utsad pembimbing agama dilingkungan ASTI Kudus, Rabu (05/10/2022).

Menurut Chief Executive Officer (CEO) ASTI Kudus Arif Budiyanto, rangkaian kegiatan ini dilakukan sebagai aksi belasungkawa atas korban sebanyak 450 orang dengan korban meninggal sebanyak 125 orang suporter Arema Malang. Saat berdesak-desakan menuju gerbang pintu keluar stadion.

“Malam ini kami berangkat ke Malang bersama anak-anak yang mengikuti Kejurnas ini. Namun sebelumnya tadi kamii telah gelar do’a bersama dan malam ini mereka telah melakukan salat gaib bersama di Asrama ASTI 1 Pedawang, Kudus,” ujar Arif, Selasa (04/10/2022).

Dikawal 4 orang ofisial para siswa tersebut setelah pertandingan nanti rencananya juga akan kami ajak untuk melihat suasana Stadion Kanjuruhan, untuk mengenang peristiwa tragis yang dialami oleh para suporter usai pertandingan Liga 1 antara Arema melawan Persebaya bebrapa waktu lalu.

“Terkait insiden di Malang, kami sudah menggelar doa bersama dengan anak-anak,” ujarnya.

Latihan sesi terakhir jelang pemberangkatan di Malang, siswa ASTI gelar Doa bersama untuk korban tragedi Stadion Kanjuruhan Malang (Foto: YM)

Pihaknya berharap, tidak ada sanksi yang berat akibat adanya insiden di Stadion Kanjuruhan tersebut. Pasalnya, kata dia, tren sepak bola saat ini sedang mengalami kenaikan, terutama di level internasional.

“Semoga tidak ada sanksi untuk sepak bola dan pembinaan sepak bola karena tren nya sedan naik,” ucapnya.

Arif pun berpesan kepada para suporter untuk tidak melakukan fanatisme berlebihan terhadap tim kebanggaanya. Ia juga meminta supaya tragedi di Stadion Kanjuruhan di usut tuntas sampai mendapatkan titik temu.

“Suporter boleh fanatisme, tapi jangan berlebihan, boleh hanya menyemangati tim, jangan bertindak berlebihan. Saya juga minta kasus ini diusut sampai kasusnya dapat titik temu dan solusi terbaik,” tandasnya. (YM/YM)

No More Posts Available.

No more pages to load.