PASI Kudus Manfaatkan Lapangan Sukun untuk Latihan, Siapkan 11 Atlet Hadapi Kejuaraan

oleh -348 Dilihat
Sejumlah atlet PASI Kabupaten Kudus menjalani latihan di Lapangan Sukun Kudus, Minggu (13/9/2026). Lapangan tersebut dimanfaatkan sebagai lokasi latihan sementara setelah Stadion Wergu menjalani renovasi. (Foto: Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

KUDUS, ISKNEWS.COM – Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kabupaten Kudus terus memperkuat pembinaan atlet dengan memanfaatkan Lapangan Sukun Kudus sebagai salah satu lokasi latihan. Langkah tersebut dilakukan setelah Stadion Wergu Wetan yang selama ini digunakan untuk latihan menjalani renovasi.

Ketua PASI Kabupaten Kudus, Firdaus, mengatakan pihaknya mendapat dukungan dari Sukun untuk menggunakan fasilitas lapangan tersebut sebagai tempat latihan. Selain menyediakan tempat latihan, Sukun juga selama ini memberikan dukungan terhadap pembinaan atlet PASI Kudus.

“Kita selama ini berlatih di Stadion Wergu. Karena kondisinya sedang direnovasi, kita mencari tempat latihan dan meminta kepada Sukun untuk bisa menggunakan lapangan ini,” kata Firdaus saat ditemui di Lapangan Sukun Kudus, Minggu (13/9/2026).

Menurutnya, Lapangan Sukun cukup mendukung kebutuhan latihan atlet. Suasana yang relatif tenang dan jauh dari keramaian membuat para atlet dapat menjalani latihan dengan lebih fokus.

Selain lintasan, sejumlah fasilitas di lokasi tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk latihan beberapa nomor atletik. Di antaranya nomor lempar lembing dan tolak peluru.

“Kita juga bisa menggunakan lintasan gravel ini meskipun hanya satu. Untuk latihan lembing dan peluru juga bisa dilakukan di sini. Intinya nyaman karena tempatnya tenang dan jauh dari kebisingan,” jelasnya.

Saat ini, PASI Kudus menaungi tiga klub atletik, yakni Rajawali, Sportus, dan Ababil. Pembinaan atlet dilakukan melalui klub masing-masing, sedangkan latihan di Lapangan Sukun dilakukan atas nama PASI Kabupaten Kudus.

Sementara untuk latihan di SSA, ketiga klub tersebut tetap menjalankan program pembinaan masing-masing. Latihan klub dilakukan secara rutin sekitar tiga kali dalam sepekan dengan memanfaatkan fasilitas yang tersedia.

Firdaus menjelaskan, pembinaan atlet PASI Kudus tidak hanya berorientasi pada kejuaraan. Para atlet telah mendapatkan latihan secara rutin di klub masing-masing, baik ketika ada agenda pertandingan maupun tidak.

“Jadi sebenarnya pembinaan ada di klub. Setiap klub sudah rutin latihan setiap hari. Ada atau tidak ada kejuaraan tetap latihan. Kalau sudah ada program, anak-anak kita siapkan untuk mengikuti event tertentu,” ujarnya.

PASI Kudus juga menerapkan pola pembinaan berjenjang, mulai dari atlet usia sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Dari sekitar tiga klub yang dibina, jumlah atlet yang mengikuti pembinaan mencapai sekitar 150 orang.

Pembinaan dari usia dini tersebut ditujukan untuk membangun regenerasi atlet. Menurut Firdaus, atlet usia SD dan SMP tidak langsung dibebani target prestasi, tetapi dipersiapkan agar memiliki kemampuan yang matang untuk beberapa tahun ke depan.

“Grassroot kita mulai dari dasar. Anak-anak ini disiapkan untuk tiga sampai empat tahun ke depan. Jadi sejak usia SD sampai SMA kita bina,” ungkapnya.

Perkembangan prestasi atletik Kudus mulai semakin terlihat sejak sekitar 2023. Dukungan tempat latihan dan pembinaan dari Sukun disebut menjadi salah satu diantara faktor yang membantu PASI Kudus meningkatkan prestasi para atletnya.

Firdaus menyebut atlet PASI Kudus kini sudah mampu bersaing di tingkat Jawa Tengah hingga nasional. Dalam sejumlah kejuaraan, atlet Kudus berhasil menembus empat besar dan meraih posisi juara pertama hingga ketiga.

“Mulai menggeliat sejak 2023. Setelah kita bisa berlatih di SSA untuk klub dan setiap berangkat ke kejuaraan juga mendapat support dari Sukun, kita mulai berprestasi,” katanya.

Pada ajang Popda sebelumnya, PASI Kudus juga berhasil menyumbangkan dua medali emas. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator perkembangan pembinaan atletik di Kabupaten Kudus.

Menurut Firdaus, dukungan dari pihak swasta sangat penting bagi keberlangsungan pembinaan dan keikutsertaan atlet dalam berbagai kejuaraan. Dukungan tersebut mencakup kebutuhan akomodasi, hotel, uang saku, transportasi, hingga kebutuhan lainnya selama mengikuti pertandingan.

“Kalau mengharapkan dukungan dari pemerintah saja saya kira tidak mencukupi. Karena atletik ini memang harus mencarikan bapak angkat, baik untuk tempat latihan maupun pembinaan dan kebutuhan lainnya,” ujarnya.

Dalam waktu dekat, PASI Kudus juga tengah mempersiapkan 11 atlet untuk mengikuti agenda Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Semarang pada Oktober 2026. Atlet yang dipersiapkan merupakan kelompok usia SMA dan telah mendapatkan program latihan khusus.

Sementara itu, sejumlah atlet usia SMP sebenarnya telah memiliki kemampuan untuk mengikuti kompetisi. Namun, keterbatasan usia membuat mereka belum dapat diturunkan pada ajang tertentu yang mensyaratkan peserta berusia minimal 17 tahun.

“Anak-anak SMP sebenarnya sudah bisa ikut, tetapi terbentur usia. Ada yang usianya masih 14 sampai 15 tahun, sementara aturan minimalnya 17 tahun,” terang Firdaus.

Untuk persiapan menghadapi kejuaraan tersebut, latihan rutin tetap menjadi bagian utama program PASI Kudus. Atlet yang masuk dalam tim khusus akan mendapatkan tambahan program latihan sesuai kebutuhan nomor yang diikuti.

Sementara itu, salah satu atlet PASI Kudus, Fandra Maulana (15), mengaku nyaman berlatih di Lapangan Sukun. Atlet asal Mijen, Kaliwungu, Kudus, yang pernah menempuh pendidikan di SD 2 Mijen, SMP 1 Kaliwungu, dan saat ini berstatus pelajar di SMA 2 Bae tersebut menilai kondisi lapangan mendukung konsentrasi selama menjalani latihan.

“Lapangan ini nyaman dan bagus. Jauh dari keramaian, jadi bisa lebih fokus saat latihan,” ujar Fandra. (AS/YM)