HYDROPLUS Piala Pertiwi 2025: Bandung dan Tangerang Perebutkan Trofi Final, Papua dan Sumut di Posisi 3 Bersama

oleh -519 Dilihat
All Stars Papua dan All Stars Sumut yang terhenti langkahnya di semifinal, ditetapkan berada di posisi tiga bersama, usai menerima medali dan penghargaan HYDROPLUS Piala Pertiwi U14 & U16 2025 All Stars di babak semifinal yang berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, berfoto bersama Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, Wakil Menteri PPPA, Veronica Tan dan President Director Djarum Foundation, Victor Rachmat Hartono, Sabtu 12/7/2025 (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Partai puncak HYDROPLUS Piala Pertiwi U14 & U16 2025 All Stars akan mempertemukan dua kekuatan baru sepak bola putri usia muda yakni All Stars Tangerang dan All Stars Bandung yang akan berlangsung besok, Minggu (13/7). Kedua tim memastikan tempat di final setelah menyingkirkan lawan tangguh di babak semifinal yang berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (12/07/2025).

Sementara itu, All Stars Papua dan All Stars Sumut yang terhenti langkahnya di semifinal, ditetapkan berada di posisi tiga bersama.

All Stars Tangerang berhasil mengejutkan publik dengan kemenangan tipis 1-0 atas tim unggulan All Stars Papua. Pertandingan berlangsung sengit sejak menit pertama. Papua yang dikenal dengan kekuatan fisik dan permainan cepatnya, berkali-kali menekan lini belakang Tangerang. Namun, pertahanan solid dan ketenangan dalam transisi menjadi kunci Tangerang membalikkan situasi.

Gol tunggal penentu kemenangan dicetak oleh gelandang Febri Arum di menit ke-45 melalui skema serangan balik cepat. Setelah memenangi duel sprint dengan dua pemain belakang Papua, Febri berhasil mengecoh kiper lawan dan menembakkan bola ke tiang kiri gawang. Skor 1-0 bertahan hingga peluit akhir.

“Posisi saya pas sekali untuk shooting. Saya lihat ruang kosong dan yakin bola akan masuk. Alhamdulillah jadi gol kemenangan,” ujar Febri usai pertandingan.

Pelatih All Stars Tangerang, Saronih, menyebut kekuatan mental anak-anak asuhnya jadi kunci mengatasi tekanan dari Papua yang terus menekan.

Sementara itu, All Stars Bandung tampil luar biasa saat menghentikan langkah All Stars Sumut dengan skor meyakinkan 4-1. Gol cepat dari Dian Aprilia Pary membuka keunggulan Bandung. Meski sempat disamakan oleh gol Fadilla dari Sumut, Bandung mengamuk di babak kedua. Tandukan Nayla Aulianti dan tambahan gol dari Dian serta Nayla kembali membuat Bandung unggul mutlak.

Pelatih All Stars Bandung, Dian Nadia Mutiara, menilai kerja sama tim yang solid dan kemampuan membaca kelemahan lawan menjadi pembeda utama.

“Kami melihat Sumut menurun fisiknya di babak kedua dan kami manfaatkan celah-celah di sisi sayap,” ujarnya.

Dian Aprilia, pencetak dua gol, mengaku kemenangan ini menjadi pengalaman yang tak terlupakan sepanjang karier sepak bolanya.

Dengan hasil tersebut, final mempertemukan dua tim kuat yang memiliki filosofi bermain berbeda. Tangerang mengandalkan fleksibilitas transisi dan semangat juang tinggi, sementara Bandung unggul dalam penguasaan bola dan pressing kolektif.

Duel ini diprediksi akan berlangsung ketat dan menjadi panggung seleksi terakhir pemain untuk pemusatan latihan timnas putri U16.

Kegagalan All Stars Papua dan Sumut melaju ke final tetap disambut positif. Kedua tim tampil konsisten sejak babak penyisihan dan menunjukkan kedalaman skuad yang merata.

Karena tidak ada perebutan peringkat ketiga, Papua dan Sumut ditetapkan berada di posisi ketiga bersama, sesuai regulasi turnamen yang mengedepankan pengembangan pemain dan bukan klasemen penuh.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir yang ikut hadir dan menyaksikan jalannya pertandingan di babak semi final bersama Wakil Menteri PPPA, Veronica Tan dan President Director Djarum Foundation, Victor Rachmat Hartono ini mengatakan bahwa HYDROPLUS Piala Pertiwi All Stars adalah bagian dari roadmap besar PSSI dalam membangun sepak bola putri dari level akar rumput.

Ia menegaskan bahwa turnamen ini bukan sekadar ajang tahunan, melainkan langkah konkret membentuk ekosistem pembinaan berjenjang untuk mencetak pemain timnas masa depan.

“Semua ini tidak bisa instan. Tapi kompetisi ini menjadi fondasi pembinaan jangka panjang. Kita ingin supply pemain timnas putri Indonesia benar-benar berasal dari sistem yang tertata,” tegas Erick.

President Director Djarum Foundation, Victor Rachmat Hartono, menyebut bahwa selama penyelenggaraan turnamen, ia menyaksikan sendiri betapa banyak talenta luar biasa bermunculan dari daerah, terutama luar Pulau Jawa. Menurutnya, kejuaraan ini merupakan kelanjutan dari MilkLife Soccer Challenge yang telah lebih dulu digelar sejak 2023 dan harus dipertahankan.

“Banyak anak-anak di Papua, Kalimantan, Sumatera yang punya potensi besar. Tinggal bagaimana menjaga konsistensi kompetisi dan pembinaan,” katanya.

Sementara, Wakil Menteri PPPA, Veronica Tan, menilai turnamen ini sebagai bagian dari pemberdayaan anak perempuan di Indonesia. Menurutnya, sepak bola bukan hanya soal olahraga, tapi juga ruang ekspresi, keberanian, dan kesetaraan.

“Anak perempuan harus punya ruang aman untuk berkembang, dan lapangan sepak bola adalah salah satunya. Kita harus dukung ini terus,” katanya.

Atmosfer semifinal yang disaksikan langsung oleh FIFA Director of Special Projects Theodore Giannikos dan pelatih Timnas Putri Coach Mochi, semakin mempertegas bahwa kualitas pemain putri usia muda Indonesia layak mendapat panggung lebih besar.

Coach Mochi sendiri menyebut ada banyak nama baru yang akan segera masuk radar timnas untuk turnamen AFF U-16.

HYDROPLUS Piala Pertiwi U14 & U16 2025 All Stars menjadi bukti bahwa sepak bola putri kini mendapat tempat yang lebih layak.

Penonton di Supersoccer Arena Kudus membludak, media nasional ramai meliput, dan platform digital menyuarakan euforia positif. Semua itu menjadi tanda bahwa masa depan sepak bola putri Indonesia sedang bertumbuh dengan kokoh.

Partai final akan digelar Minggu (13/7) pukul 09.00 WIB di Supersoccer Arena Kudus. All Stars Tangerang dan All Stars Bandung akan bertarung bukan hanya untuk gelar juara, tapi juga menunjukkan siapa generasi terbaik sepak bola putri Tanah Air. (YM/YM)

No More Posts Available.

No more pages to load.