Kudus, isknews.com – Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menegaskan bahwa program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-125 mampu meningkatkan akses pertanian sekaligus mendongkrak kesejahteraan masyarakat. Hal itu ia sampaikan saat menutup secara resmi TMMD bersama Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin di Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe, Kamis (21/8/2025).
Penutupan TMMD ditandai dengan peresmian jalan beton, jembatan, serta peninjauan berbagai hasil pembangunan fisik dan non-fisik. Program ini mengusung tema “Dengan Semangat TMMD Mewujudkan Pemerataan Pembangunan dan Ketahanan Nasional di Wilayah” dengan sejumlah capaian, antara lain betonisasi jalan sepanjang 1.250 meter, pembangunan 6 unit rumah tidak layak huni (RTLH), instalasi air bersih 6 unit, rehabilitasi 4 unit tempat ibadah, pembangunan 4 unit jamban keluarga, penanaman 2.500 pohon, serta pembersihan pondok pesantren.
“Atas nama masyarakat Kabupaten Kudus, kami mengucapkan terima kasih kepada Kodam IV/Diponegoro, Kodim 0722/Kudus, TNI-Polri, dan masyarakat. Program TMMD ini membuka akses pertanian, sehingga distribusi hasil panen seperti tebu, ketela, dan empon-empon semakin lancar. Dengan demikian, penghasilan meningkat dan kesejahteraan masyarakat juga ikut terangkat,” ujar Bupati.
Ia menambahkan, sinergi pembangunan akan berlanjut melalui karya bakti TNI. “Setelah ini, akan ada karya bakti TNI membuka akses jalan Ternadi–Rahtawu yang dapat berfungsi sebagai jalur alternatif evakuasi bencana. Terima kasih kepada semua pihak atas dukungan yang luar biasa,” imbuhnya.
Sementara itu, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin menyebut TMMD sebagai wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat serta pemerintah daerah. “Puji syukur ke hadirat Tuhan, hari ini kita dapat menutup TMMD Reguler ke-125 di Kudus dalam suasana penuh kebersamaan. TMMD adalah kerja sama terpadu dan berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat sekaligus memperkuat ketahanan nasional yang tangguh,” tegas Pangdam.
Selain meninjau hasil pembangunan, Pangdam memberikan apresiasi khusus terhadap penampilan tari kretek kolosal yang berhasil memecahkan rekor MURI dengan 1.700 penari. Acara penutupan juga diwarnai penanaman 10.000 bibit pohon serta pelepasan 1 juta benih ikan di empat lokasi TMMD sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan ketahanan pangan.
Penutupan TMMD Reguler ke-125 di Desa Kandangmas ini menjadi bukti nyata sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa, memperluas akses infrastruktur, serta memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat Kudus. (AS/YM)







