PKK Kudus Dorong Peran Emak-Emak dalam Program Sanitasi Aman

oleh -449 Dilihat
Dari Kiri: Deputy Program Director Bhakti Sosial Djarum Foundation, Achmad Budiharto, Ketua TP PKK Kabupaten Kudus, Endhah Endayani Sam’ani Intakoris, Kepala Desa Kesambi, Muhammad Masri. (Foto: Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, isknews.com – Tim Penggerak PKK Kabupaten Kudus menekankan pentingnya peran aktif para ibu atau emak-emak dalam menyukseskan program sanitasi aman berbasis keluarga. Dorongan tersebut mengemuka dalam kegiatan rembuk sanitasi yang digelar di Balai Desa Kesambi, Kabupaten Kudus, Rabu malam, 7 Januari 2026.

Rembuk sanitasi tersebut melibatkan TP PKK, Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM), serta Djarum Foundation, sekaligus menandai penetapan Desa Kesambi sebagai pilot project program sanitasi terpadu berbasis lingkungan.

Ketua TP PKK Kabupaten Kudus, Endhah Endayani Sam’ani Intakoris, yang juga menjabat sebagai Bunda Sanitasi Kabupaten Kudus, menyampaikan bahwa keterlibatan emak-emak menjadi kunci utama dalam penanganan sanitasi rumah tangga secara menyeluruh.

“Saya hadir malam ini sebagai Bunda Sanitasi. Rembuk sanitasi ini merupakan pilot project dari Djarum Foundation untuk membantu penataan limbah rumah tangga, agar air minum warga tidak terkontaminasi akibat kebocoran pembuangan jamban,” ujar Endhah.

Menurutnya, PKK berada di garda terdepan karena bersentuhan langsung dengan keluarga. Para kader PKK dinilai paling mengetahui kondisi riil di lingkungan masing-masing, termasuk rumah tangga yang belum memiliki jamban layak dan perlu mendapatkan prioritas bantuan.

“Yang paling tahu kondisi rumah warga itu justru para ibu-ibu di lingkungan. Mereka bisa menyampaikan kepada kepala desa rumah mana yang benar-benar membutuhkan bantuan lebih dulu, terutama yang belum memiliki jamban,” jelasnya.

Endhah menambahkan, keberhasilan program sanitasi aman tidak terlepas dari partisipasi aktif masyarakat melalui Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM). Sinergi antara PKK, KSM, dan warga menjadi kekuatan utama dalam menjalankan program secara berkelanjutan.

“Harapan kami, program ini ke depan dapat menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Kudus secara bertahap. Bukan hanya sanitasi, tetapi juga penataan lingkungan, penghijauan, perbaikan rumah, hingga penanganan sungai,” imbuhnya.

Sementara itu, Deputy Program Director Bhakti Sosial Djarum Foundation, Achmad Budiharto, menjelaskan bahwa program sanitasi di Desa Kesambi dirancang secara terpadu dan tidak hanya menyasar rumah tangga, tetapi juga fasilitas umum seperti masjid, sekolah, pondok pesantren, dan TPA.

“Tujuannya agar lingkungan benar-benar higienis. Kami juga ingin menjadikan Desa Kesambi sebagai desa yang tidak hanya sehat, tetapi juga nyaman dan asri bagi masyarakat,” kata Achmad.

Ia menyebutkan, hingga saat ini sebanyak 349 unit sanitasi aman telah selesai dibangun. Selain itu, Djarum Foundation juga terus melakukan penataan lingkungan, mulai dari pembersihan sungai, pemanfaatan lahan tidak produktif, hingga dukungan terhadap fasilitas pendidikan dan ruang bermain anak.

Kepala Desa Kesambi, Muhammad Masri, menyatakan komitmen pemerintah desa bersama masyarakat untuk mengawal dan menyukseskan program sanitasi aman tersebut. Menurutnya, kolaborasi yang terbangun menjadi modal penting untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan lingkungan warga Desa Kesambi secara berkelanjutan. (AS/YM)