Kudus, isknews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus hingga kini masih menunggu penetapan target realisasi investasi tahun 2026 dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah. Meski belum ada angka pasti, Kudus tetap optimistis mampu memenuhi target seperti tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kudus, Fitrianto, mengatakan bahwa penentuan target investasi dilakukan secara bertahap mulai dari pemerintah pusat, kemudian dibagi ke tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.
“Setelah dari pusat, nanti provinsi yang membagi ke kabupaten dan kota berdasarkan potensi masing-masing daerah. Setelah itu baru kita tahu target Kudus berapa,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).
Ia menyebutkan, hingga saat ini pihaknya belum menerima surat resmi dari Pemprov Jawa Tengah terkait target investasi tersebut. Penetapan diperkirakan akan turun pada akhir Maret hingga awal April 2026.
“Sekarang kami belum mendapatkan surat ketetapan dari provinsi. Kami masih menunggu,” jelasnya.
Fitrianto mengungkapkan, berdasarkan pengalaman sebelumnya, target investasi untuk Kudus relatif tidak terlalu tinggi dibandingkan daerah lain seperti Batang, Kendal, dan Demak yang memiliki kawasan industri besar.
“Daerah yang memiliki kawasan industri biasanya targetnya lebih tinggi,” katanya.
Meski demikian, capaian investasi Kudus pada 2025 menunjukkan hasil positif. Dari target Rp 1 triliun, realisasi yang dicapai mencapai Rp 1,094 triliun atau sekitar 101 persen.
Capaian tersebut menjadi modal bagi Pemkab Kudus untuk tetap optimistis menghadapi target tahun ini.
“Berapa pun target yang diberikan, kami akan berupaya maksimal untuk mencapainya,” tegasnya.
Ia menambahkan, sektor investasi di Kudus masih didominasi industri pengolahan makanan dan jasa, yang diperkirakan tetap menjadi penopang utama pada tahun 2026.
“Proyeksinya masih di dua sektor itu,” pungkasnya. (YM/YM)







