Pulang Sekolah, Dua Pelajar SMK Diserang Sajam, Luka Bacok di Punggung 15 CM

oleh -463 Dilihat
Gambar ilustrasi tawuran pelajar antar sekolah (Foto: Istimewa)

Kudus, isknews.com – Dua pelajar SMK di Kabupaten Kudus menjadi korban penganiayaan diduga menggunakan senjata tajam oleh sekelompok orang tak dikenal di Jalan Raya Kudus-Colo, Desa Rejosari, Kecamatan Dawe, Jumat (8/5/2026) siang.

Salah satu korban mengalami luka bacok sepanjang 15 sentimeter di bagian punggung hingga harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Korban diketahui merupakan siswa SMK Negeri 2 Kudus , sementara satu korban lainnya mengalami luka lebih ringan dan telah diperbolehkan pulang usai menjalani perawatan di puskesmas.

Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo melalui Kapolsek Dawe AKP Jajang Wiwoko membenarkan adanya kejadian tersebut. Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan dan memburu para pelaku.

Benar, kejadian tersebut sudah kami tindak lanjuti. Saat ini kami berkoordinasi dengan Reskrim Polres Kudus untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut,” kata AKP Jajang Wiwoko, Jumat (8/5/2026).

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB usai kegiatan belajar mengajar selesai. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kedua korban pulang sekolah secara beriringan dengan jarak sekitar 50 meter.

Menurut keterangan korban, pelaku diduga berjumlah enam orang yang mengendarai dua sepeda motor dengan posisi masing-masing berboncengan tiga orang.

Korban pertama mengalami penganiayaan sebelum pertigaan Poh Dengkol, Desa Rejosari. Pelaku yang datang dari sisi kiri jalan langsung mengayunkan senjata tajam hingga mengenai lengan kiri dan punggung korban.

Tak lama berselang, korban kedua juga mengalami penganiayaan di lokasi berbeda yang berada tak jauh dari tempat pertama, tepatnya di depan Warung Bakso Pak Sidiq.

Usai kejadian, korban pulang melalui jalur Desa Kandanganmas sebelum akhirnya dibawa ke RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus untuk mendapatkan penanganan medis.

Sementara korban kedua sempat menjalani perawatan di Puskesmas Rejosari sebelum diperbolehkan pulang.

Saat awak media mendatangi ruang IGD RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, Humas RSUD, Mufid membenarkan adanya seorang pelajar SMK yang masuk akibat luka bacok.

“Ada satu pasien dari siswa SMKN 2 berinisial M berusia 15 tahun. Dari informasi tadi masuk pukul 11.49 WIB,” ujarnya.

Ia menjelaskan, korban datang dengan luka bacok cukup panjang di bagian punggung hingga melebar ke bahu kiri.

“Masuk ke sini dengan luka bacok di area punggung. Area punggung melebar ke bahu kiri sepanjang kurang lebih 15 sentimeter dan cukup dalam, disertai pendarahan,” jelasnya.

Menurutnya, saat pertama kali tiba di rumah sakit kondisi korban sempat menurun akibat luka dan kehilangan darah.

“Pada saat masuk memang pasien kurang sadar. Tapi secara komunikasi masih bisa merespons, meski belum bisa dipastikan sepenuhnya,” katanya.

Tim medis RSUD langsung melakukan tindakan penanganan terhadap korban. Hingga Jumat sore, kondisi pasien dilaporkan mulai membaik namun masih dalam tahap observasi intensif di IGD.

“Sekarang pasiennya sudah membaik setelah dilakukan perawatan. Tapi masih masa observasi, jadi belum dipindah ke ruang rawat,” imbuhnya.

Ia menambahkan, apabila kondisi korban stabil maka akan dipindahkan ke ruang rawat umum. Namun jika kondisinya menurun, pasien akan dirawat di ruang SCU untuk penanganan lebih lanjut.

Polisi yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian dan melakukan serangkaian penyelidikan.

“Kami sudah melakukan olah TKP, meminta keterangan saksi, mengamankan barang bukti, serta berkoordinasi dengan Inafis dan Resmob Polres Kudus,” ungkap AKP Jajang.

Selain pakaian korban, polisi juga mengamankan sepeda motor korban dalam kejadian tersebut.

Saat ini aparat kepolisian masih melakukan penyisiran dan pendalaman guna mengungkap identitas para pelaku penganiayaan tersebut.

Empat hari sebelumnya, Tawuran pelajar juga terjadi di Kudus, Siswa SMK Negeri 2 Dawe, Kudus, diserbu di lokasi tak jauh dari sekolahnya oleh dua kelompok pelajar gabungan yakni SMK NU Ma’arif 2 Jekulo bersama sejumlah siswa SMK Kristen Nusantara keduanya di Kudus.

Belum diketahui apakah persitiwa pembacokan siang tadi masih merupakan buntut tawuran sebelumnya. (YM/YM)