Kudus isknews.com – Bupati Kudus Sam’ani Intakoris memaparkan arah pembangunan Kabupaten Kudus dalam kegiatan “Rembug Pembangunan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026” di Pendopo Kabupaten Kudus, Selasa (26/5/2026).
Dalam forum tersebut, Kudus menegaskan komitmennya mendukung tema pembangunan Jawa Tengah 2027 yakni “Mengembangkan Pariwisata Berkelanjutan dan Ekonomi Syariah sebagai Tulang Punggung Pertumbuhan Ekonomi”.
Sam’ani menyebut sektor pariwisata dan ekonomi syariah menjadi peluang besar untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kudus siap mendukung arah pembangunan Jawa Tengah melalui pengembangan destinasi wisata unggulan, desa wisata, ekonomi kreatif hingga penguatan ekonomi syariah,” ujarnya.
Dalam paparannya, Pemerintah Kabupaten Kudus menyiapkan sejumlah langkah strategis di antaranya pengembangan destinasi wisata unggulan dan desa wisata, peningkatan kualitas SDM pariwisata dan ekonomi kreatif, hingga promosi pariwisata terintegrasi.
Di sektor ekonomi syariah, Pemkab Kudus juga fokus pada pengembangan UMKM halal, peningkatan literasi keuangan syariah, serta penguatan ekosistem ekonomi syariah daerah.
Sam’ani mengatakan sektor industri pengolahan masih menjadi penopang utama perekonomian Kudus.
Sekitar 76 persen perekonomian daerah ditopang industri pengolahan, khususnya industri hasil tembakau.
Meski demikian, Kudus terus berupaya memperkuat sektor lain seperti pariwisata agar pertumbuhan ekonomi lebih berkelanjutan.
Berdasarkan data makro daerah, tingkat pengangguran terbuka di Kudus terus menunjukkan tren menurun dan stabil di kisaran tiga persen.
Selain itu, angka kemiskinan Kabupaten Kudus juga tercatat lebih rendah dibanding rata-rata Jawa Tengah. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kudus tahun 2025 mencapai 77,94 atau lebih tinggi dibanding IPM Jawa Tengah sebesar 74,77.
Untuk mendukung pengembangan pariwisata, Pemkab Kudus mengusulkan sejumlah bantuan keuangan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tahun anggaran 2027.
Usulan tersebut mayoritas difokuskan pada pembangunan infrastruktur penunjang akses wisata religi dan wisata alam Muria.
Beberapa usulan prioritas di antaranya rehabilitasi Terminal Wisata Colo senilai Rp39,5 miliar, penggantian Jembatan Klaling-Tanjungrejo Rp15 miliar, penggantian Jembatan Ngelo-Dau Rp15 miliar, rehabilitasi Jalan Menawan-Rahtawu Rp15 miliar, hingga rekonstruksi Jalan Kedungsari-Batas Jepara Rp5 miliar.
Menurut Sam’ani, pembangunan infrastruktur tersebut penting untuk memperkuat konektivitas menuju kawasan wisata Gunung Muria, Makam Sunan Muria, Waduk Logung hingga kawasan wisata religi Menara Kudus.
“Kami ingin akses menuju destinasi wisata di Kudus semakin baik sehingga mampu mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat,” katanya.
Dalam target pembangunan 2027, Kabupaten Kudus menargetkan jumlah kunjungan wisatawan mencapai 3.708.598 orang, pembentukan 30 desa wisata baru, serta 8.754 produk tersertifikasi halal.
Selain itu, Kudus juga menargetkan peningkatan pembiayaan syariah hingga Rp337 miliar serta penguatan usaha pariwisata ramah muslim sebagai bagian dari pengembangan ekonomi syariah daerah. (YM/YM)







