UMK Gandeng Stakeholder Resik-Resik Kali Gelis, Ajak Warga Tingkatkan Kepedulian Lingkungan

oleh -609 Dilihat
Aksi Resik-resik Kali Gelis. (Foto: Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, isknews.com – Universitas Muria Kudus (UMK) menggandeng berbagai stakeholder untuk menggelar aksi Resik-Resik Kali Gelis dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan Dies Natalis ke-46 UMK, Jumat (5/6/2026). Kegiatan yang dipusatkan di kawasan Kali Gelis, Demaan-Demangan, tersebut diikuti sekitar 350 peserta dari unsur pemerintah, TNI, Polri, mahasiswa, hingga warga.

Rektor UMK, Darsono, mengatakan kegiatan ini merupakan inisiasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), DPR Mahasiswa, dan seluruh organisasi kemahasiswaan di lingkungan UMK yang ingin melanjutkan gerakan pelestarian sungai yang telah dirintis sebelumnya.

“Karena Kudus memiliki sungai yang sangat monumental, yaitu Kali Gelis, maka kegiatan hari ini dipusatkan di sungai tersebut dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pemerintah, masyarakat, TNI, Polri, hingga mendapat dukungan penuh dari Bupati Kudus,” ujarnya.

Darsono menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut. Menurutnya, aksi bersih sungai ini menjadi bentuk partisipasi nyata mahasiswa dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Selain memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-46 UMK. Ia berharap aksi serupa dapat terus berlanjut dan menjadi kegiatan khas yang dilakukan setiap tahun.

“Alam terus menghadapi ancaman kerusakan. Karena itu kita harus terus berikhtiar mengurangi kerusakan tersebut melalui langkah-langkah nyata seperti yang dilakukan hari ini,” katanya.

Dalam kegiatan itu, peserta menargetkan pembersihan dan normalisasi sungai sepanjang sekitar 500 meter. Tidak hanya mengangkat sampah, kegiatan juga difokuskan pada pengurangan sedimentasi yang selama ini menghambat aliran air.

Darsono menegaskan mahasiswa harus menjadi pemantik gerakan positif di tengah masyarakat. Menurutnya, sungai merupakan nadi peradaban yang harus dijaga bersama agar tetap memberikan manfaat bagi kehidupan.

“Kali ini mahasiswa bertindak sebagai pemicu dan penggerak. Kami mengajak masyarakat untuk bergotong royong merawat sungai agar ancaman banjir yang terjadi setiap tahun bisa semakin diminimalkan,” ungkapnya.

Perwakilan BEM UMK, Tanaya, mengatakan aksi tersebut diinisiasi sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan. Ia berharap kegiatan tidak berhenti sebagai seremonial tahunan, tetapi menjadi tradisi yang terus dilaksanakan.

“Kami ingin memberikan contoh bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Harapannya masyarakat semakin peduli dan peka terhadap kondisi lingkungan di sekitarnya,” ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Kudus sekaligus Kepala Bidang Sumber Daya Air, Faustina Ika, menjelaskan pihaknya menerjunkan empat personel dari PDD Pengairan I, PDD Pengairan II, dan Bidang Sumber Daya Air untuk mendukung kegiatan tersebut.

Selain personel, PUPR juga menurunkan satu unit ekskavator yang telah bekerja sejak sehari sebelumnya. Menurut Faustina, kemampuan alat berat tersebut setara dengan ratusan tenaga manusia dalam menjangkau area-area yang sulit dibersihkan secara manual.

“Ekskavator digunakan untuk mengangkat sampah sekaligus mengeruk sedimentasi yang berada di dasar sungai. Dengan berkurangnya sedimen, kapasitas aliran air dapat kembali normal,” jelasnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara rutin, bahkan idealnya setiap dua bulan sekali. Selain itu, pelajar dan mahasiswa perlu terus dilibatkan untuk menanamkan kesadaran menjaga lingkungan sejak dini.

Faustina juga mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai maupun menanam tanaman di sempadan sungai karena dapat mengganggu fungsi aliran dan meningkatkan risiko kerusakan bantaran.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kudus, Djatmiko Muhardi, mengapresiasi inisiatif UMK yang menggerakkan berbagai elemen masyarakat dalam menjaga kelestarian Kali Gelis.

Ia menyampaikan pesan Bupati Kudus yang berhalangan hadir karena sedang menjalankan tugas di luar daerah. Menurutnya, kegiatan seperti ini perlu terus dilestarikan karena memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.

“Kalau kita merawat alam, alam juga akan merawat kita. Namun jika lingkungan tidak dijaga, maka dampaknya akan kembali kepada manusia sendiri,” katanya.

Djatmiko menilai kondisi Kali Gelis saat ini semakin membaik dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Meski demikian, upaya pengurangan sedimentasi dan sampah tetap harus dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah maupun menanam tanaman yang dapat mengganggu fungsi sungai, terutama di sepanjang bantaran aliran.

Sementara itu, Kapolres Kudus, Heru Dwi Purnomo, mengajak masyarakat untuk mulai mengelola sampah dari sumbernya agar tidak berakhir mencemari sungai.

“Kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah menjadi kunci utama menjaga kebersihan sungai. Jika pengelolaan dimulai dari lingkungan masing-masing, jumlah sampah yang masuk ke sungai akan semakin berkurang,” ujarnya.

Melalui kolaborasi antara UMK, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat, kegiatan Resik-Resik Kali Gelis diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif untuk menjaga sungai sebagai sumber kehidupan sekaligus mengurangi risiko bencana lingkungan di Kabupaten Kudus. (AS/YM)