Explore Puncak 29, Sam’ani Janjikan Perbaikan Akses, Jalur Pendakian hingga Sistem Keamanan

oleh -5963 Dilihat
Bupati Kudus dan staf bersama sejumlah awak media merayakan keberhasilan mendaki ke puncak 29 di kawasan Gunung Muria Kudus (Foto: istimewa)

KUDUS, ISKNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Kudus menyiapkan langkah serius untuk mengembangkan kawasan wisata Pegunungan Muria melalui pembenahan infrastruktur dan sistem keselamatan pendakian.

Mulai dari peningkatan akses jalan menuju destinasi wisata, perbaikan jalur pendakian, hingga rencana penerapan gelang berteknologi Global Positioning System (GPS) bagi pendaki masuk dalam agenda pengembangan wisata alam Muria.

Komitmen tersebut disampaikan Bupati Kudus Sam’ani Intakoris saat memimpin langsung kegiatan Explore Gunung Muria Chapter Puncak 29, Sabtu (18/7/2026). Bersama sekitar 550 peserta, Sam’ani memulai pendakian dari Basecamp Semliro menuju Puncak 29 sebagai bagian dari upaya memperkenalkan sekaligus memetakan kebutuhan pengembangan kawasan wisata Pegunungan Muria.

Menurut Sam’ani, Kabupaten Kudus memiliki potensi wisata alam yang sangat besar. Selain Puncak 29, terdapat sejumlah destinasi pendakian lain seperti Natas Angin, Argo Jembangan, Argo Piloso, hingga Songgo Langit yang layak dikembangkan menjadi tujuan wisata unggulan.

Namun, menurutnya, promosi destinasi wisata harus diimbangi dengan kesiapan infrastruktur. Wisatawan akan lebih tertarik berkunjung apabila akses menuju lokasi semakin mudah, fasilitas pendukung memadai, dan keamanan selama berwisata benar-benar terjamin.

“Pembangunan pariwisata tidak hanya soal promosi. Infrastruktur juga harus disiapkan agar wisatawan merasa nyaman ketika datang ke Kabupaten Kudus,” ujar Sam’ani.

Ia mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten Kudus akan terus mendorong pengembangan desa wisata di kawasan lereng Muria, termasuk membuka akses jalan menuju objek wisata sehingga kendaraan berukuran besar seperti bus pariwisata dapat menjangkau lokasi dengan lebih mudah.

Menurutnya, akses yang baik akan membuka peluang lebih besar bagi wisatawan lokal maupun mancanegara untuk berkunjung. Dampaknya tidak hanya meningkatkan jumlah kunjungan, tetapi juga menggerakkan perekonomian masyarakat melalui sektor UMKM, homestay, jasa transportasi, hingga penyedia jasa pendakian.

“Akses jalan menjadi salah satu kunci berkembangnya destinasi wisata. Kalau aksesnya mudah, wisatawan akan semakin tertarik datang ke Kudus,” katanya.

Selain pembenahan akses jalan, Pemkab Kudus juga akan meningkatkan kualitas jalur pendakian di sejumlah titik. Upaya tersebut akan dilakukan melalui koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah maupun pemerintah pusat agar pengembangannya dapat dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.

Sam’ani juga menaruh perhatian besar terhadap aspek keselamatan pendaki. Ke depan, pemerintah akan mengkaji penerapan sistem registrasi pendaki yang lebih modern, termasuk penggunaan gelang berteknologi GPS untuk memudahkan pemantauan posisi pendaki dan mempercepat proses evakuasi apabila terjadi keadaan darurat atau pendaki tersesat.

“Infrastruktur dan manajemen pendakian harus terus diperbaiki agar wisata alam di Kudus semakin aman dan nyaman,” tegasnya.

Meski pembangunan infrastruktur terus didorong, Sam’ani menegaskan pengembangan kawasan wisata alam Muria tetap harus mengedepankan prinsip kelestarian lingkungan. Menurutnya, seluruh pembangunan harus dilakukan tanpa merusak ekosistem hutan yang menjadi kekayaan alam Kabupaten Kudus.

“Alam ini adalah karya Allah yang harus kita jaga bersama. Silakan menikmati keindahannya, tetapi jangan dirusak. Kita lestarikan untuk anak cucu kita nanti,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan seluruh peserta pendakian untuk mematuhi standar operasional dan prosedur keselamatan selama berada di jalur pendakian. Kesadaran setiap pendaki dalam menjaga keselamatan dan kebersihan kawasan, menurutnya, menjadi bagian penting dalam mewujudkan wisata alam yang berkelanjutan.

Melalui pengembangan akses jalan, pembenahan jalur pendakian, peningkatan fasilitas, hingga penerapan teknologi GPS bagi pendaki, Pemerintah Kabupaten Kudus berharap Pegunungan Muria mampu berkembang menjadi destinasi wisata alam unggulan di Jawa Tengah.

Pengembangan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan jumlah wisatawan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di kawasan lereng Muria tanpa mengabaikan kelestarian alam. (YM/YM)

No More Posts Available.

No more pages to load.