Dari Marching Band hingga Tari, Siswa SMA NU Al Ma’ruf Kudus Unjuk Kreativitas

oleh -79 Dilihat
UNJUK KREATIVITAS – Siswa SMA NU Al Ma’ruf Kudus menampilkan berbagai kreativitas dalam puncak Harlah ke-57 usai upacara bendera di halaman sekolah, Kamis (10/9/2026). (Foto: Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

KUDUS, ISKNEWS.COM – Kreativitas siswa SMA NU Al Ma’ruf Kudus mendapat panggung dalam puncak peringatan Harlah ke-57 sekolah. Usai mengikuti upacara bendera di halaman sekolah, para siswa menampilkan beragam atraksi, mulai dari marching band, tari, pramuka hingga aksi suporter, Kamis (10/9/2026).

Berbagai pertunjukan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Harlah ke-57 SMA NU Al Ma’ruf Kudus yang mengangkat motto “Melangkah Tanpa Henti, Mencetak Prestasi.” Penampilan siswa sekaligus menjadi kesempatan untuk menunjukkan hasil pengembangan minat dan bakat selama mengikuti kegiatan di sekolah.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA NU Al Ma’ruf Kudus, Sri Mulyanti, mengatakan pertunjukan yang ditampilkan merupakan kolaborasi dari berbagai ekstrakurikuler.

Menurutnya, setiap kelompok mendapat pendampingan dari pembina. Untuk sejumlah kegiatan, siswa juga memperoleh arahan dari pelatih sehingga penampilan dapat dipersiapkan secara lebih matang.

“Penampilan ini merupakan kolaborasi dari masing-masing ekstrakurikuler yang dipimpin dan didampingi pembina. Bahkan ada juga yang mendatangkan pelatih,” kata Sri.

Ia mengungkapkan, persiapan pertunjukan dilakukan kurang lebih selama satu minggu. Para siswa dari sejumlah ekstrakurikuler berlatih dan mematangkan konsep agar dapat memberikan penampilan terbaik pada puncak Harlah.

Selain pertunjukan seni, kelompok suporter juga turut dilibatkan dalam kemeriahan acara. Pihak sekolah sengaja memberikan wadah bagi siswa untuk berekspresi sekaligus menanamkan sikap santun ketika memberikan dukungan.

Sri menjelaskan, pengembangan potensi di SMA NU Al Ma’ruf Kudus dilakukan sejak siswa masuk sekolah. Pihaknya tidak hanya mengembangkan kemampuan yang sudah terlihat, tetapi juga berupaya menemukan bakat yang sebelumnya belum muncul.

“Potensi anak yang awalnya belum terlihat bisa tergali setelah mendapatkan pendampingan. Selanjutnya kami kembangkan berdasarkan minat dan bakat masing-masing,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan ekstrakurikuler menjadi salah satu sarana penting untuk membantu siswa mengenali kemampuan dirinya. Dari proses tersebut, siswa diharapkan memiliki ruang untuk berkembang sekaligus meraih prestasi.

Tak hanya soal kemampuan, sekolah juga terus menanamkan pendidikan karakter kepada peserta didik. Pembiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari diterapkan untuk membangun kedisiplinan, tanggung jawab, dan sikap saling menghargai.

Sri menilai pendekatan yang dilakukan dengan merangkul dan memberikan pemahaman kepada siswa mampu menghasilkan perubahan perilaku yang positif.

Sementara itu, Wakil Ketua Panitia Harlah ke-57 SMA NU Al Ma’ruf Kudus, Sofiatun, menyampaikan bahwa puncak kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan hari lahir sekolah.

Sejumlah agenda telah dilaksanakan sebelumnya, seperti donor darah, ziarah muassis, khatmil Qur’an, upacara bendera, serta jalan sehat.

Di sisi lain, Ketua Badan Pelaksana Penyelenggaraan Pendidikan Ma’arif NU (BPPPMNU) Sunan Dja’far Shadiq, Drs. KH. Asyrofi Masyitho, mengapresiasi capaian SMA NU Al Ma’ruf Kudus dalam bidang prestasi.

Ia menyebut prestasi siswa telah berkembang hingga tingkat nasional bahkan internasional. Menurutnya, capaian tersebut perlu terus dipertahankan dan dijadikan pemacu bagi sekolah untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

“Prestasinya luar biasa. Tidak hanya tingkat provinsi dan regional, tetapi sudah nasional bahkan internasional. Harapan kami ke depan bisa menjadi contoh bagi yang lain,” ungkapnya.

Asyrofi juga mengingatkan pentingnya kedisiplinan dalam proses pendidikan. Menurutnya, prestasi perlu berjalan seiring dengan pembentukan akhlak serta penguatan pendidikan agama.

Sementara itu, Kapolres Kudus AKBP Wahyu Sulistyo, memberikan apresiasi atas perjalanan SMA NU Al Ma’ruf Kudus yang telah memasuki usia ke-57.

Ia berharap sekolah tersebut mampu terus melahirkan generasi muda yang unggul, memiliki budi pekerti, serta mampu memberikan manfaat bagi keluarga, agama, bangsa dan negara.

Wahyu juga menekankan pentingnya peran guru, keluarga, dan lingkungan dalam mendampingi perkembangan remaja. Menurutnya, anak-anak sedang berada pada tahap pencarian jati diri sehingga membutuhkan arahan yang tepat.

“Anak-anak tidak pernah terlahir menjadi jahat. Mereka sedang mencari jati diri. Tugas kita adalah mengarahkan,” jelasnya.

Semarak puncak Harlah ke-57 SMA NU Al Ma’ruf Kudus tersebut menjadi gambaran bahwa pengembangan pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Melalui marching band, tari, pramuka hingga kegiatan lainnya, siswa diberikan ruang untuk mengasah kreativitas, membangun kepercayaan diri, sekaligus mengembangkan potensi yang dimiliki. (AS/YM)