Harlah ke-57, SMA NU Al Ma’ruf Kudus Tekankan Prestasi dan Pendidikan Karakter

oleh -395 Dilihat

KUDUSISKNEWS.COM – SMA NU Al Ma’ruf Kudus memperingati hari lahir (Harlah) ke-57 dengan mengusung motto Melangkah Tanpa Henti, Mencetak Prestasi. Rangkaian kegiatan tidak hanya menjadi momentum perayaan, tetapi juga menjadi ajang memperkuat karakter dan prestasi para siswa.

Hal tersebut disampaikan usai mengikuti upacara bendera di halaman SMA NU Al Ma’ruf Kudus, Kamis. Dalam rangkaian Harlah ke-57 tersebut, sejumlah kegiatan telah dilaksanakan, mulai dari donor darah, ziarah muassis dan khatmil Qur’an, upacara bendera, hingga jalan sehat.

Kapolres Kudus AKBP Wahyu Sulistyo, S.H., S.I.K., M.P.M. yang juga sebagai pembina upacara menyampaikan ucapan selamat atas bertambahnya usia SMA NU Al Ma’ruf Kudus. Ia berharap sekolah tersebut mampu terus mencetak generasi penerus bangsa yang unggul dan memiliki karakter yang baik.

Selamat ulang tahun ke-57 SMA NU Al Ma’ruf. Semoga dapat mencetak kader-kader penerus bangsa yang unggul, berbudi pekerti baik, dan memiliki agama yang baik,” kata Wahyu.

Menurutnya, pendidikan di sekolah memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda agar mampu memberikan manfaat bagi keluarga, agama, bangsa, dan negara.

Wahyu juga menekankan pentingnya peran bersama dalam menjaga anak-anak dari berbagai pengaruh negatif. Menurutnya, remaja pada dasarnya tidak terlahir menjadi anak yang buruk, melainkan sedang berada dalam proses mencari jati diri.

Anak-anak itu tidak pernah terlahir menjadi jahat atau tidak baik. Mereka sedang dalam rangka mencari jati diri. Tugas kita adalah mengarahkan,” jelasnya.

Karena itu, pihaknya mendorong guru, orang tua, lingkungan sekolah, dan lingkungan tempat tinggal untuk bersama-sama melakukan pendampingan terhadap anak. Upaya tersebut dinilai penting agar anak-anak tetap berada pada arah yang positif.

Ia juga menyebut Pemerintah Kabupaten Kudus telah menyiapkan rumah aman sebagai salah satu upaya memberikan pendampingan dan pembinaan terhadap anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus agar dapat kembali ke arah yang lebih baik.

Sementara itu, Ketua Badan Pelaksana Penyelenggaraan Pendidikan Ma’arif NU (BPPPMNU) Sunan Dja’far Shadiq yang membawahi SMP dan SMA NU Al Ma’ruf Kudus, Drs. KH. Asyrofi Masyitho, menilai SMA NU Al Ma’ruf telah menunjukkan perkembangan yang membanggakan.

Menurutnya, prestasi yang diraih para siswa tidak hanya berada di tingkat regional maupun provinsi, tetapi telah menembus tingkat nasional hingga internasional.

Luar biasa SMA NU Al Ma’ruf Kudus ini karena prestasinya. Tidak hanya provinsi, tidak hanya regional, tetapi nasional bahkan internasional,” ujarnya.

Ia berharap capaian tersebut dapat terus dipertahankan sekaligus menjadi contoh bagi sekolah lainnya. Menurutnya, prestasi akademik maupun nonakademik harus berjalan beriringan dengan pembentukan karakter peserta didik.

Asyrofi menekankan pentingnya penanaman kedisiplinan kepada para siswa. Pendidikan tersebut diharapkan mampu mencegah munculnya perilaku negatif, termasuk pertengkaran di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.

Ini harus kita tanamkan terus kepada anak didik kita agar tidak terjadi pertengkaran di jalan, di rumah, atau di mana saja,” katanya.

Ia menambahkan, SMA NU Al Ma’ruf juga memiliki kekuatan pada integrasi pendidikan umum dengan pendidikan agama. Muatan agama dan lokal menjadi bagian dari program pendidikan yang terus dikembangkan.

Sementara itu, Wakil Ketua Panitia Harlah ke-57 Sofiatun, mengatakan berbagai penampilan dalam rangkaian Harlah merupakan hasil pengembangan potensi siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler.

Menurutnya, persiapan penampilan dilakukan sekitar satu pekan dengan melibatkan berbagai ekstrakurikuler, seperti marching band, tari, pramuka, hingga suporter.

Kami juga memberikan wadah kepada anak-anak untuk menjadi suporter yang betul-betul santun,” ungkapnya.

Sofiatun mengatakan pendidikan karakter terus menjadi perhatian sekolah. Salah satunya melalui penerapan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat yang dilakukan dalam aktivitas keseharian siswa.

Menurutnya, pendekatan kepada siswa dengan cara merangkul dan memberikan pemahaman dinilai lebih efektif dalam membentuk perilaku mereka.

Kalau anak dirangkul, alhamdulillah mereka bisa paham. Berbeda dengan anak-anak dulu,” katanya.

Sementara itu, Wakil Kesiswaan SMA NU Al Ma’ruf Kudus sekaligus , Sri Mulyanti menambahkan, pada usia ke-57 ini SMA NU Al Ma’ruf Kudus, harapannya mampu mempertahankan berbagai prestasi yang telah diraih. Tidak hanya dari sisi kuantitas, tetapi juga kualitas pendidikan dan prestasi siswa.

Saat ini, jumlah peserta didik SMA NU Al Ma’ruf Kudus mencapai sekitar 1.255 siswa dengan didukung tenaga pendidik dan karyawan. Regenerasi tenaga pendidik juga mulai dipersiapkan agar keberlangsungan kualitas pendidikan tetap terjaga.

Harapan pertama tentu bisa mempertahankan prestasi. Ini memang tahun-tahun keemasan, kita harus bertahan dengan baik, tidak hanya kuantitas tetapi juga kualitas,” pungkasnya.

Selain menjadi perayaan hari lahir, Harlah ke-57 SMA NU Al Ma’ruf Kudus menjadi momentum untuk menunjukkan hasil pengembangan minat dan bakat siswa. Melalui pendampingan dari pembina dan pelatih, potensi siswa yang sebelumnya belum terlihat diharapkan dapat terus digali dan dikembangkan sesuai minat masing-masing. (AS/YM)