KUDUS, ISKNEWS.COM – Proses revitalisasi gedung sekolah membuat 98 siswa SDN 4 Undaan Kidul, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, untuk sementara harus mengikuti pembelajaran di sejumlah tempat alternatif. Kegiatan belajar mengajar (KBM) dipindahkan ke rumah guru, rumah warga hingga Musala Baitul Muttaqin yang berada di sekitar sekolah.
Pemindahan lokasi belajar tersebut dilakukan sejak 29 Juli 2026. Kebijakan itu diambil setelah bangunan sekolah mulai dibongkar sehingga tidak lagi memungkinkan digunakan sebagai tempat berlangsungnya kegiatan belajar mengajar.
Kepala SDN 4 Undaan Kidul, Arif Wijayanto, menjelaskan sekolah harus menyiapkan lokasi sementara agar proses pendidikan bagi para siswa tetap berjalan selama proyek revitalisasi berlangsung.
“Sejak tanggal 29 Juli (2026) sepertinya dilakukan pembelajaran di rumah warga dan musala, karena bangunan sekolah dibongkar dan tidak memungkinkan untuk pembelajaran di sini,” ujar Arif, Kamis (10/9/2026).
Untuk mengatur kegiatan pembelajaran, siswa dibagi berdasarkan jenjang kelas dan ditempatkan di beberapa lokasi. Peserta didik kelas I hingga kelas IV menggunakan rumah guru serta sejumlah rumah warga yang berada tidak jauh dari lingkungan sekolah.
Sedangkan siswa kelas V dan VI mengikuti pembelajaran di Musala Baitul Muttaqin, Desa Undaan Kidul. Dengan pembagian tersebut, seluruh siswa tetap dapat mengikuti kegiatan belajar meskipun tidak berada di gedung sekolah.
Adapun 98 siswa SDN 4 Undaan Kidul terdiri dari 17 siswa kelas I, 13 siswa kelas II, 13 siswa kelas III, 13 siswa kelas IV, 19 siswa kelas V dan 13 siswa kelas VI.
Arif mengakui kondisi belajar di tempat sementara tersebut belum senyaman ketika siswa berada di ruang kelas. Keterbatasan ruangan di rumah warga maupun musala membuat suasana pembelajaran terkadang kurang optimal.
Kendati demikian, pihak sekolah tetap berupaya menjalankan KBM seperti biasa. Langkah tersebut dilakukan agar proses pendidikan siswa tidak terhenti selama pembangunan gedung sekolah berlangsung.
Tak hanya kegiatan pembelajaran, sekolah juga memastikan pemenuhan kebutuhan makanan bagi para siswa tetap berjalan. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap diterima siswa meskipun lokasi KBM sementara berada di luar gedung sekolah.
“Untuk MBG juga tetap dapat dan SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) mau untuk mengantarkan ke sini (lokasi KBM sementara siswa SDN 4 Undaan Kidul),” kata Arif.
Revitalisasi SDN 4 Undaan Kidul merupakan bagian dari program revitalisasi sekolah yang dilaksanakan melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI. Proyek tersebut mendapat dukungan anggaran sebesar Rp984.989.944,29.
Pekerjaan revitalisasi meliputi renovasi empat ruang kelas, penggantian konstruksi genteng menjadi dak pada dua ruang kelas, perbaikan toilet serta pembangunan fasilitas toilet baru.
Hingga Kamis (10/9/2026), progres pengerjaan revitalisasi disebut telah mencapai sekitar 30 persen. Pihak sekolah berharap pembangunan dapat diselesaikan sesuai target pada 19 November 2026.
Arif berharap setelah seluruh pekerjaan rampung, para siswa dapat kembali belajar di lingkungan sekolah dengan fasilitas yang lebih memadai. Perbaikan bangunan juga diharapkan dapat memberikan kenyamanan yang lebih baik bagi proses pembelajaran.
“Di sini juga lahannya kan sempit dan sebenarnya kekurangan kelas juga, semoga nanti setelah revitalisasi selesai, anak-anak bisa belajar dengan lebih nyaman dengan bangunan baru,” pungkasnya. (AS/YM)









