Bupati Kudus Ingatkan Santri Tak Hanya Kuat Agama, tetapi Juga Kuasai Teknologi

oleh -138 Dilihat
Peserta mengikuti upacara Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus, Kamis (22/10/2026). Mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, momentum ini menjadi ajakan bagi para santri untuk memperkuat akhlak, memperdalam ilmu agama, serta menguasai teknologi demi menghadapi tantangan zaman. Foto: Diskominfo

KUDUS, ISKNEWS.COM – Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengingatkan para santri agar tidak hanya memperdalam ilmu agama, tetapi juga meningkatkan penguasaan teknologi informasi untuk menghadapi tantangan zaman. Menurutnya, perpaduan antara akhlak mulia, ilmu pengetahuan, dan kecakapan digital menjadi bekal penting bagi santri untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa.

Pesan tersebut disampaikan Sam’ani saat bertindak sebagai inspektur upacara Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus, Kamis (22/10/2026). Upacara tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Kudus, Endhah Sam’ani Intakoris.

Mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, peringatan Hari Santri menjadi momentum untuk memperkuat peran santri dalam menyiapkan generasi penerus yang berkarakter, berwawasan luas, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Sam’ani menekankan bahwa kemajuan zaman harus diimbangi dengan sikap santun dan penghormatan terhadap orang tua maupun guru. Ia meminta para santri terus belajar serta mengembangkan kemampuan agar tidak tertinggal di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.

“Para santri harus menjaga adab dan sopan santun, menghormati orang tua serta guru, dan terus belajar. Jangan sampai tertinggal dalam penguasaan teknologi informasi. Bekali diri dengan ilmu dan akhlak agar mampu menghadapi tantangan zaman,” ujar Sam’ani.

Ia juga mengingatkan bahwa santri memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat. Sebagai daerah yang dikenal dengan tradisi pesantren dan keagamaan, Kudus perlu terus merawat persatuan serta sikap saling menghormati di tengah keberagaman.

Menurut Sam’ani, identitas Kudus sebagai Kota Santri harus diwujudkan melalui perilaku dan kontribusi nyata generasi muda. Santri diharapkan mampu menjadi teladan di lingkungan masing-masing sekaligus ikut mendorong kemajuan daerah.

“Kudus bukan hanya dikenal sebagai Kota Kretek, tetapi juga Kota Santri. Mari kita jaga kerukunan, rawat persatuan, dan saling menghormati di tengah keberagaman. Santri harus mampu menjadi teladan sekaligus memberikan kontribusi bagi kemajuan Kabupaten Kudus,” tegasnya.

Pemkab Kudus Dukung Penguatan Pendidikan Pesantren

Dalam kesempatan tersebut, Sam’ani turut menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas perhatian pemerintah pusat terhadap pesantren melalui Direktorat Jenderal Pesantren.

Ia menyatakan Pemerintah Kabupaten Kudus siap bersinergi dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan pesantren dan mempersiapkan generasi santri yang memiliki bekal keagamaan, pengetahuan, serta keterampilan yang relevan dengan kebutuhan zaman.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo atas perhatian kepada pesantren melalui Direktorat Jenderal Pesantren. Pemerintah Kabupaten Kudus sejalan dengan upaya tersebut dan siap berkolaborasi untuk mempersiapkan generasi santri yang berakhlak, berilmu, menguasai teknologi, serta mampu menjadi bagian dari Generasi Emas Indonesia,” ungkapnya.

Melalui peringatan Hari Santri Nasional 2026, Pemkab Kudus berharap para santri semakin termotivasi untuk meningkatkan kompetensi tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur yang menjadi landasan kehidupan. Dengan keseimbangan antara akhlak, ilmu agama, pengetahuan umum, dan penguasaan teknologi, santri diharapkan mampu mengambil peran dalam mewujudkan Indonesia yang maju dan berdaya saing. (AS/YM)