Abdul Mu’ti : Muhammadiyah Ajak Masyarakat Siaga Gelombang Tiga Covid-19

oleh -1.046 kali dibaca
Sekum PP Muhammadiyah Prof Abdul Mu'ti saat jadi pembicara pada Gerakan Nasional Mental kerja sama antara Kementria PMK dan Pemuda Muhammadiyah Kudus, di Hotel Griptha Kudus (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Siaga terhadap gelombang tiga virus Covid-19, masyarakat Muhammadiyah diajak bergotong royong dan saling tolong menolong sesama umat. Tak hanya siaga terhadap gelombang tiga covid-19 saja, masyarakat juga harus selalu waspada terhadap bencana alam juga.

Hal tersebut diungkapkan oleh Sekertaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof Dr Abdul Mu’ti saat menjadi pembicara utama pada acara Gerakan Nasional Mental kerja sama antara Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) dan Pemuda Muhammadiyah Kudus, di Hotel Griptha Kudus, Jumat (19/11/2021) malam.

Dalam acara tersebut, pihaknya menjelaskan untuk lebih menyiapkan diri bagaimana bisa saling membantu, saling tolong menolong, gotong royong dalam menghadapi pandemi covid-19 gelombang ke tiga.

“Terutama kemungkinan terjadinya gelombang ke tiga, yang di prediksi sekrang terjadi juga di Eropa,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, jika gotong royong ini bukan semata-mata bersifat kultural. Namun sesuatu yang sesungguhnya memiliki landasan ajaran agama islam.

“Kerana itu maka kesiapan kita menghadapi kemungkinan terjadinya bebagai bencana ini adalah juga bagian dari bagaiman kita mengaktualisasikan sikap dan jiwa tolong menolong,” ucapnya.

Tak lupa, pihaknya juga memberikan pesan khusus untuk seluruh masyarakat dalam menghadapai gelombang ke tiga, yakni masyrakat harus selalu menyadari jika pandemi ini belum berkahir.

“Kita semuanya harus menyadari bahwa pandemi ini belum berkahir. Pandemi ini masih menjadi bagian dari kita bersama, karena itu jangan kita terlena, jangan kita jumawa,” tandasnya.

Meski sudah berbekal pengalaman hampir dua tahun menghadapi pandemi. Pihaknya juga menyuruh masyarakat supaya menyiapkan berbagai persiapan yang bersifat medis maupun logistik.

“Sehingga ketika pandemi itu terjadi kita tidak gugup, tidak gagap, tidak gedebak gedebuk. Tapi kita sudah meyiapkan semuanya. Karena kita sudah pengalaman juga kita sudah memiliki berbagai peralatan dan juga tenaga medis,” ungkapnya. (YY/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.