Ada Bus Sekolah Riwa Riwi Jemput Pelajar di Kawasan Banjir Karangturi Kaliwungu Kudus

oleh

Kudus, isknews.com – Akses jalan menuju Dukuh Karangturi Desa Setrokalangan yang sempat terendam akibat banjir tahunan yang rutin menggenangi kawasan itu, menyebabkan jalan satu-satunya menuju ke pemukiman di Dukuh tersebut nyaris tak terlihat lagi.

Permukaan air yang sudah rata tinggi dengan ketinggian banjir yang merendam kawasan persawahan disekitarnya sehingga tak terlihat lagi mana jalan, mana sawah dan selokan yang ada di sebelah jalan.

Bus Sekolah milik Dishub yang dioperasikan untuk evakuasi pelajar yang akan berangkat sekolah, karena akses jalan menuju rumahnya terisolir air banjir (Foto: YM)

Ketinggian air yang hingga 50 cm sebabkan akses kendaraan terutama sepeda motor tak lagi mampu menerjang banjir dikawasan tersebut.

Sebagai dampaknya sejumlah warga para pekerja dan anak-anak sekolah saat akan berangkat sekolah harus di lakukan evakuasi dengan kendaraan besar yang mampu menerjang kawasan banjir itu.

Namun banjir tinggi yang menggenangi Dukuh Karangturi, Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu agaknya tak menghentikan semangat puluhan siswa-siswi sekolah untuk terus belajar. Dengan menggunakan bus sekolah, anak-anak tersebut setiap harinya diantar jemput menuju sekolah.

TRENDING :  Piala Soeratin 2018 : Persiku Kudus Tersingkir

Kepala Dinas Perhubungan, Abdul Halil melalui Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), Putur Sri Kuncoro mengatakan antar jemput pelajar di Dukuh Karangturi merupakan bagian dari hasil koordinasi yang dilakukan Pemerintah Kecamatan Kaliwungu bersama dinas terkait dalam aksi penangganan bencana banjir di sana.

“Kami bersama Satpol PP dan BPBD, telah menyiapkan tiga armada untuk mengkounter akomodasi pelajar maupun warga,” jelasnya, Senin (25/02/2020).

Gembira, meski jalan menuju kawasan pemukimannya terisolir air bah, anak-anak ini merasa bergembira dengan menunggangi bus Sekolah gratis milik Pemkab Kudus (Foto: YM)

Tiga armada tersebut terdiri dari satu Bus Sekolah milik Dishub serta dua truk patroli milik Satpol PP dan BPBD. Bersiaga di depan gang masuk dukuh Karangturi. Ketiga armada ini mengantarkan warga maupun pelajar dari Jalan Raya Lingkar Barat yang hendak pergi ke permukiman maupun arah sebaliknya.

TRENDING :  Penebas Pohon Mangga Tewas Diatas Pohon Tersengat Listrik

Untuk mengantar siswa siswi SD 1 Setrokalangan ke sekolah, armada standby di dekat tower Pamsimas Karangturi sekitar pukul 06.30 WIB. Dan untuk penjemputan anak sekolah dilakukan pukul 10.00 WIB.

Kegiatan ini dijadwalkan akan berlangsung selama 3 hari. Tertanggal mulai 24 – 26 Febuari 2020. Dengan tujuan untuk memastikan anak-anak sekolah dapat menjalankan aktivitas belajar mengajar dengan aman.

“Yang kami anatar jemput ada sekitar 20 siswa. Mereka adalah anak kelas 6 di SD 1 Karangturi yang saat ini tengah mengikuti try out di SD 2 Setrokalangan,” kata Putut.

Diketahui SD 1 Setrokalangan terpaksa ditutup dan diliburkan lantaran tergenang air banjir. Untuk siswa kelas 1 – 5 diliburkan dan siswa kelas 6 sekolah tersebut, diungsikan ke SD 2 Setrokalangan untuk menjalani try out gabungan.

TRENDING :  Hendak Buka, Khamid Dikejutkan Mayat Di Dalam Warungnya

Candra, siswa kelas 6 SD 1 Setrokalangan mengaku senang dengan beroperasinya bus sekolah ini. Karena dia dan rekan-rekannya tidak perlu berjalan menerobos genangan air setinggi 1 meter yang menggenangi jalan masuk menuju permukimannya.

“Senang bisa berangkat ke sekolah bersama teman-teman,” katanya singkat.

Tak hanya anak sekolah, Pemkab juga menyediakan sarana angkutan kendaraan sepeda motor milik warga yang terisolir yang akan digunakan bekerja, dengan menggunakan truk milik Satpol PP Kudus dari lokasi terisolir menuju jalan besar atau jalan lingkar barat yang tak tergenang banjir. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :