Ada Rak Sterilisasi Virus di Perpusda Kudus

oleh -256 Dilihat

Kudus , isknews.com – Merebaknya wabah Covid-19 di Kabupaten Kudus berpengaruh terhadap kunjungan di perpustakaan daerah (Perpusda) setempat. Ada penurunan hingga 60-70 persen kunjungan selama wabah korona yang sudah berlangsung hampir setengah tahun ini.

“Biasanya mayoritas pengunjung di perpusda ini adalah anak sekolah. Namun, karena anak sekolah belajar di rumah juga berpengaruh pada tingkat kunjungan di perpustakaan daerah,” terang Ninik Mustikawati, Kasi Pengelolaan Pustaka Dinas Perpustakaan dan Kearsipan  (Perpusda) Kabupaten Kudus, Rabu (19/08/2020).

Ninik mengatakan, larangan berkerumun dan menyempitnya jam operasional juga diduga memengaruhi tingkat kunjungan. Jika sebelum wabah korona rata-rata kunjungan perhari hingga mencapai 150 orang. Maka saat ini anjlok hingga 70-80 persen.

“Untuk sementara karena anak sekolah belajar di rumah, sehingga saat ini yang datang hanya dari masyarakat umum. Seperti remaja, ibu rumah tangga, dan masyarakat sekitar,” ujar Ninik .

Kasi Pengelolaan Pustaka, Ninik Mustikawati saat menunjukkan Rak sterilisasi buku di Perppusda Kudus (foto: YM)

Selama pandemi ini perpusda juga memberikan protokol kesehatan bagi pengunjung yang datang. Mulai dari wajib cuci tangan, pakai masker, dan wajib jaga jarak saat di perpusda.

“Antisipasi penyebaran virus corona tak hanya di lakukan menggunakan masker ataupun handsanitizer, namun kami juga sediakan rak khusus karantina buku, untuk di isolasi terlebih dahulu dengan suhu tertentu sebagai upaya pencegahan virus corona melalui media buku,” terangnya.

Dengan melalui rak sterilisasi ini menurutnya, seluruh buku usai di pinjam warga, harus masuk bilik sterilisasi terlebih dahulu selama 24 jam dengan suhu 40 derajat celcius.

“Dengan suhu tersebut di maksud untuk membunuh kuman atau bakteri termasuk virus yang di khawatirkan terbawa oleh peminjam buku.

Rak buku yang dilengkapi alat sterilisasi anti virus ini diklaim mampu membasmi kuman, bakteri maupun virus di berbagai benda termasuk buku.

Inovasi ini terinspirasi alat sterilisasi di ruang operasi rumah sakit yang berfungsi membunuh kuman maupun bakteri. Alat serupa diadaptasi untuk sterilisasi rak buku di kampus karena buku bisa menjadi media penularan berbagai macam virus maupun bakteri yang tidak kasat mata.

“Dengan alat ini, setiap buku yang keluar atau masuk dari perpustakaan melewati boks sterilisasi. Selain itu pustakawan dan peminjam buku tidak perlu berinteraksi secara langsung,” tandasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.