AEPI Jateng Gelar EcoFest Kartini 2026 di Kudus, Dorong Perempuan Berkarya Ramah Lingkungan

oleh -2 Dilihat
Anggota AEPI dengan anggun memperagakan karya eco print—perpaduan seni, kreativitas, dan kepedulian lingkungan dalam setiap helai kain. (Foto: Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM

Kudus, isknews.com – Asosiasi Eco Print Indonesia (AEPI) Jawa Tengah menggelar peringatan Hari Kartini melalui kegiatan bertajuk EcoFest Kartini 2026 di Sidji Coffee, Minggu (26/4/2026). Mengusung tema “Berkarya, Berdaya, Bersama Alam”, kegiatan ini bertujuan mendorong perempuan untuk lebih kreatif sekaligus peduli terhadap lingkungan.

Helma Susanti, Ketua Koordinator Wilayah (Korwil) 6 Asosiasi Eco-Printer Indonesia (AEPI) Jawa Tengah dalam keterangannya menyampaikan bahwa peringatan Kartini tahun ini difokuskan pada pemberdayaan perempuan melalui karya berbasis alam, khususnya teknik ecoprint. Menurutnya, perempuan masa kini diharapkan tidak hanya berkarya, tetapi juga mampu menjaga kelestarian lingkungan.

“Melalui EcoFest ini, kami ingin Kartini-Kartini masa sekarang bisa berkontribusi dengan menghasilkan karya, namun tetap menjaga lingkungan. Bahan-bahan alami seperti daun, batang, bunga, hingga akar bisa dimanfaatkan menjadi produk unik yang bernilai ekonomi,” ujar Helma.

Ia menjelaskan, dalam proses ecoprint, bahan utama yang digunakan berasal dari alam sekitar. Daun dan bunga dimanfaatkan sebagai motif, sementara pewarna dapat diperoleh dari kayu atau bagian tanaman lainnya. Hasilnya tidak hanya estetis, tetapi juga ramah lingkungan.

Selain sebagai ajang kreativitas, kegiatan ini juga diharapkan mampu membuka peluang ekonomi bagi perempuan, khususnya ibu rumah tangga. Produk ecoprint dinilai memiliki potensi pasar yang cukup besar jika dikelola dengan baik.

“Harapannya, ibu-ibu bisa menghasilkan karya yang tidak hanya bernilai seni, tetapi juga memberikan pemasukan bagi keluarga,” tambahnya.

Lebih lanjut, EcoFest Kartini 2026 juga menjadi sarana untuk memperkenalkan AEPI kepada masyarakat luas. Kegiatan ini terbuka untuk umum, termasuk bagi yang belum menjadi anggota.

“Kami ingin merangkul masyarakat luas. Yang belum bergabung bisa mengenal AEPI lebih dekat, bahkan langsung bergabung. Di dalamnya ada berbagai kegiatan seperti workshop dan pelatihan,” jelasnya.

Diketahui, AEPI Jawa Tengah saat ini memiliki sekitar 225 anggota yang mayoritas merupakan pelaku ecoprint. Meski demikian, tantangan dalam pengembangan usaha ini masih ada, terutama dalam hal pemasaran dan persaingan harga.

“Persaingan harga menjadi tantangan, karena saat ini ecoprint sudah semakin banyak. Ada yang menurunkan harga demi penjualan, ini juga menjadi perhatian kami,” ungkapnya.

Kegiatan EcoFest Kartini 2026 sendiri diisi dengan berbagai rangkaian acara, mulai dari registrasi peserta, pembukaan, hingga fashion show kebaya dan beskap ecoprint. Selain itu, juga digelar mini talkshow bertema “Menggali potensi perempuan melalui ecoprint yang bernilai estetika dan ekonomi”.

Tak hanya itu, peserta juga mendapatkan kesempatan mengikuti mini workshop bertajuk “Ubah syal jadi outer dan tas”, yang dilengkapi dengan sesi praktik langsung. Acara ditutup dengan sesi sharing dan networking antar peserta.

Pemilihan Kudus sebagai lokasi kegiatan tahun ini juga bukan tanpa alasan. Selain karena kepengurusan AEPI Jawa Tengah saat ini berada di wilayah tersebut, kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal pengembangan komunitas di daerah lain.

“Ini menjadi langkah awal di Kudus. Ke depan, kegiatan serupa akan digelar di wilayah lain di Jawa Tengah,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua AEPI Kudus Sri Yuni Karnawati menegaskan bahwa keberadaan EcoFest Kartini 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat komunitas ecoprint di tingkat lokal, khususnya di Kabupaten Kudus. Ia menyebut, kegiatan ini tidak hanya sekadar perayaan, tetapi juga menjadi ruang belajar dan bertumbuh bagi para pelaku usaha kreatif berbasis lingkungan.

Menurutnya, antusiasme peserta menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap ecoprint terus meningkat. Hal ini menjadi peluang besar untuk mengembangkan produk-produk ramah lingkungan yang memiliki nilai jual tinggi.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun ekosistem yang saling mendukung antar pelaku ecoprint. Tidak hanya belajar teknik, tetapi juga bagaimana meningkatkan kualitas produk hingga strategi pemasaran,” ujar Yuni yang juga Ketua Ecoprinter Kudus.

Ia berharap, ke depan komunitas ecoprint di Kudus semakin solid dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas, sekaligus tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan lingkungan. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :