Aisyiyah Se-Eks Karesidenan Pati Perkuat Peran Perempuan Lewat Dakwah Kemanusiaan

oleh -710 Dilihat
Bupati Kudus Sam'ani Intakoris pada cara simbolis penyerahan santunan kepada lansia di event Puncak Milad ke 109 Aisyiyah se eks Karesidenan Pati yang digelar di Pendapa Kabupaten Kudus (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Mengusung tema “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian”, ribuan kader Aisyiyah dari wilayah Eks Karesidenan Pati berkumpul di Pendapa Kabupaten Kudus dalam puncak peringatan Milad ke-109 Aisyiyah, Minggu (31/5/2026).

Momentum tersebut menjadi ajang konsolidasi sekaligus peneguhan peran Aisyiyah sebagai gerakan perempuan berkemajuan yang terus hadir menjawab berbagai persoalan masyarakat melalui pendidikan, kesehatan, sosial, dan pemberdayaan ekonomi.

Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Lintal Muna, mengatakan usia 109 tahun menjadi bukti ketangguhan Aisyiyah dalam menjaga eksistensi gerakan sekaligus memperluas manfaat bagi masyarakat. Menurutnya, Aisyiyah tidak hanya berkembang di Indonesia, tetapi juga telah hadir di berbagai negara.

“Dalam Milad ke-109 ini, Aisyiyah kembali meneguhkan komitmennya sebagai gerakan perempuan berkemajuan yang memperkokoh dakwah kemanusiaan dan mewujudkan perdamaian,” ujarnya.

Lintal menjelaskan, tema yang diusung tahun ini menjadi pengingat bahwa dakwah tidak cukup dilakukan melalui ceramah dan pengajian semata, melainkan harus diwujudkan dalam aksi nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, kiprah Aisyiyah selama ini telah terlihat melalui berbagai amal usaha yang bergerak di bidang pendidikan, kesehatan, pelayanan sosial, hingga pemberdayaan ekonomi keluarga. Berbagai program tersebut menjadi bentuk nyata dakwah kemanusiaan yang diwariskan oleh para pendiri Aisyiyah.

Ia menilai Aisyiyah di wilayah Eks Karesidenan Pati memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan masyarakat. Melalui jaringan organisasi yang kuat hingga tingkat cabang dan ranting, Aisyiyah mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat dan menghadirkan solusi atas persoalan yang dihadapi warga.

“Tadi disampaikan oleh Ketua PDA Kudus, telah berdiri dua rumah sakit, yakni RS Aisyiyah Kudus dan RS Sarkies Aisyiyah. Ini merupakan bentuk nyata dakwah kemanusiaan yang dilakukan Aisyiyah,” katanya.

Selain pelayanan kesehatan, Aisyiyah juga terus memperkuat sektor pendidikan melalui pengelolaan TK Aisyiyah Bustanul Athfal, Kelompok Bermain, Tempat Penitipan Anak, sekolah dasar, hingga berbagai program penguatan keluarga dan pemberdayaan perempuan.

Lintal menegaskan bahwa kekuatan utama Aisyiyah terletak pada peran perempuan sebagai penggerak perubahan di lingkungan keluarga dan masyarakat. Karena itu, perempuan harus terus meningkatkan kapasitas diri agar mampu melahirkan generasi yang berakhlak, cerdas, dan berkemajuan.

“Al-Ummu Madrasatul Ula. Ibu adalah sekolah pertama dan utama bagi anak-anaknya. Dari tangan perempuan yang baik akan lahir generasi yang baik pula,” tuturnya.

Ia menambahkan, perempuan Aisyiyah harus menjadi teladan dengan memiliki iman dan takwa yang kuat, rajin beribadah, berakhlak mulia, gemar beramal saleh, serta memiliki sikap moderat dalam kehidupan bermasyarakat.

Menurutnya, karakter tersebut menjadi fondasi penting agar Aisyiyah terus mampu menjalankan perannya sebagai organisasi perempuan Islam yang berkemajuan sekaligus menghadirkan perdamaian di tengah masyarakat.

“Gerakan Aisyiyah harus terus menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Dakwah kemanusiaan bukan hanya disampaikan melalui kata-kata, tetapi diwujudkan dalam pelayanan sosial, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi,” tegasnya.

Puncak Milad ke-109 Aisyiyah di Kudus dihadiri kader dari Kabupaten Kudus, Pati, Jepara, Rembang, Blora, dan Grobogan.

Kehadiran ribuan kader tersebut menjadi simbol kuatnya persatuan dan semangat kolaborasi Aisyiyah se-Eks Karesidenan Pati dalam memperluas dakwah kemanusiaan serta memperkuat peran perempuan dalam membangun masyarakat yang maju, damai, dan sejahtera. (YM/YM)

No More Posts Available.

No more pages to load.