Akan Segera Dibangun Jembatan Penghubung Dersalam – Pedawang Kudus Yang Rusak Parah

oleh

Kudus, isknews.com – Jembatan Desa Dersalam, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, kini kondisinya rusak parah. Meskipun masih bisa dilewati kendaraan roda dua, namun karena kondisinya mengkhawatirkan, warga setempat pun menutup dengan bambu dan tangga, pada kedua ujung mulut jembatan selebar 2,5 – 3 meter itu. Meskipun kecil, keberadaan jembatan ini amat vital, sebagai penghubung dua desa, Dersalam dan Pedawang. Hal itu tidak lepas dari perhatian Pemerintah Kabupaten Kudus, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus. OPD ini menganggarkan dana sebesar Rp 600 juta, untuk pembangunan jembatan tersebut.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kudus, Sam’ani Intakoris, melalui Kepala Bidang Pembangunan dan Pemeliharaan Jalan, Hari Wibowo, yang dihubungi isknews.com, Jumat (14/04), membenarkan hal itu. Menurut dia, pembangunan jembatan Desa Dersalam itu, akan dilaksanakan pada 2017 ini. Anggaran yang dialokasikan berasal dari APBD Kabupaten Kudus, TA 2017. “Pada TA 2017 ini, pembangunan jembatan di Kabupaten Kudus tercatat sebanyak 10 paket, termasuk Jembatan Dersalam, jadi pelaksanaanya akan secara bersamaan atau serentak. “Total angggaran pembangunan jembatan itu, sebesar Rp 15,475 miliar.”

Ke-10 jembatan itu adalah, ungkapnya lanjut, jembatan Jalan Desa Garung Lor (SMK Muhammadiyah) – Garung Kidul, besarnya anggaran Rp 1 miliar, jembatan Jalan Desa Burikan (Kota) – Bacin (Bae), anggaran pembangunan sebesar Rp 800 juta, Jembatan Desa Dersalam (Bae), anggaran pembangunan sebesar Rp 600 juta, jembatan Kecamatan Mejobo – batas Pati, anggaran pembangunan sebesar Rp 3,5 miliar, jembatan Kayuapo – Karangbener (Bae), anggaran pembangunan sebesar Rp 2 miliar.

“Selanjutnya, jembatan Desa Jojo – Kesambi, besarnya anggaran pembangunan Rp 2,5 miliar, jembatan Dukuh Kancilan – Sokobubuk, Desa Terban (Jekulo), anggaran pembangunan sebesar Rp 800 juta, jembatan Dukuh Nglitak Sungai Pendo, anggaran pembangunan sebesar Rp 1 miliar, jembatan Kemang, Desa Karangbener (Bae), anggaran pembangunan sebesar Rp 2,5 miliar dan Jembatan Babatan – Klumpit, Kecamatan Gebog, anggaran pembangunan sebesar Rp 600 juta.”

Sementara itu, menurut seorang warga desa setempat, Narto, jembatan yang letaknya di RT-04/RW-01 itu, entah sudah berapa puluh tahun belum pernah diperbaiki. Malihat kondisi fisik bangunan yang semuanya terbuat dari besi, mulai dari besi besi penyangga utama yang melintang di atas sungai pagar, serta lantai jembatan, diperkirakan jembatan itu dibangun sejak zaman Belanda. Sebelum kondisinya rusak, jembatan ini setiap hari dilalui warga dua desa, Dersalam dan Pedawang, Namun karena sempit, hanya bisa dipakai simpangan sepeda motor. “Kalau jembatan ini mau dibangun, ya warga menyambut baik, karena sudah lama ditunggu-tunggu,” kata Narto yang mengaku aslinya dari Pedawang, tapi dapat istri warga Dersalam.(DM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.