Kudus, isknews.com – Pasar Saerah di Kabupaten Kudus yang sebelumnya direncanakan sebagai lokasi relokasi pedagang sayur malam Pasar Bitingan, kini disiapkan menjadi Torasera (Toko Rakyat Serba Ada) untuk menyuplai kebutuhan komoditas jaringan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan, pasar yang berada di Jalan R. AKBP Agil Kusumadya tersebut nantinya akan difungsikan sebagai pusat grosir berbagai kebutuhan pokok yang dibutuhkan oleh koperasi merah putih di desa dan kelurahan.
“Nanti kita buat Pasar Saerah sebagai tempat grosirnya koperasi desa merah putih, jadi Torasera,” kata Sam’ani kepada awak media beberapa waktu lalu.
Menurutnya, keberadaan Torasera di Pasar Saerah diharapkan mampu menjadi pusat distribusi berbagai komoditas, mulai dari sayur mayur hingga bahan pokok lainnya yang dibutuhkan jaringan koperasi merah putih di Kudus.
“Nanti bisa jualan apa saja, bisa sayur mayur, bahan pokok dan lainnya yang dibutuhkan oleh koperasi merah putih,” ujarnya.
Rencana tersebut juga diharapkan mampu menghidupkan kembali aktivitas perdagangan di Pasar Saerah yang hingga kini masih sepi aktivitas. Sebelumnya, pasar milik swasta tersebut sempat diproyeksikan menjadi lokasi relokasi pedagang sayur malam dari Pasar Bitingan.
Namun rencana relokasi yang digagas pada awal Januari 2026 itu gagal terlaksana karena para pedagang memilih tetap berjualan di emperan Pasar Bitingan.
Kendati demikian, Sam’ani belum dapat memastikan kapan rencana pemanfaatan Pasar Saerah sebagai Torasera dapat direalisasikan. Ia berharap rencana tersebut bisa segera berjalan seiring mulai banyaknya Koperasi Merah Putih yang telah beroperasi di Kudus.
Terpisah, Pengelola Pasar Saerah, Rismanto saat dikonfirmasi pada Jumat, 24 April 2026, mengaku belum menerima informasi resmi terkait rencana pemfungsian pasar tersebut sebagai Torasera.
“Kami belum mendapatkan informasi terkait itu, coba nanti kita cross check dulu ya,” katanya.
Sebagai informasi, Pasar Saerah memiliki kapasitas hingga 545 pedagang, yang terdiri dari 108 kios berukuran 3×3 meter dan 437 los berukuran 2×2 meter. Namun hingga kini aktivitas perdagangan di pasar tersebut masih belum berjalan optimal setelah gagalnya rencana relokasi pedagang sayur malam Pasar Bitingan. (YM/YM)






